CANTIKKU HANYA UNTUK SUAMIKU Cantiknya Seorang Wanita Muslimah..Mungkin
pada sepasang matanya yang hening yang selalu menjeling tajam atau yang
kadang kala malu-malu memberikan kerlingan manja. Boleh jadi pada
bibirnya yang tak jemu-jemu menyerlahkan senyuman manis, atau yang
sekali-sekala memberikan kucupan mesra di dahi umi juga, ayah, suami
dan pipi munggil anak-anak. Atau mungkin juga pada d...erai
tawanya yang gemersik dan suara manjanya yang boleh melembut sekaligus
melembutkan perasaan.Sejuta perkataan belum cukup untuk menceritakan
kecantikan perempuan. Sejuta malah berjuta-juta kali ganda perkataan
pun masih belum cukup untuk mendefinisikan tentang keindahan perempuan.
Kitalah perempuan itu. Panjatkan kesyukuran kehadirat Allah subhana
wata'ala kerana menjadikan kita perempuan dan memberikan
keindahan-keindahan itu. Namun, betapa pun dijaga, dipelihara, dibelai
dan ditatap di hadapan cermin saban waktu, tiba masanya segalanya akan
pergi jua. Wajah akan suram, mata akan kelam. Satu saja yang tidak akan
dimakan usia,sifat keperempuanan yang dipupuk dengan Iman dan Ibadah.
Anda ingin lebih cantik dan menarik ?? # Jadikanlah Ghadhdul Bashar
(menundukkan pandangan) sebagai "Hiasan mata" anda, niscaya akan
semakin bening dan jernih. # Oleskan "Lipstik kejujuran" pada bibir
anda, niscaya akan semakin manis. # Gunakanlah "Pemerah pipi" anda
dengan kosmetik yang terbuat dari rasa malu yang dibuat dari salon
Iman. # Pakailah "sabun Istighfar" yang menghilangkan semua dosa dan
kesalahan yang anda lakukan.# Rawatlah rambut anda dengan "Selendang
Islami" yang akan menghilangkan kelemumur pandangan lelaki yang
membahayakan # Hiasilah kedua tangan anda dengan gelang Tawadhu' dan
jari-jari anda dengan cincin Ukhuwwah. # Sebaik-baiknya kalung anda
adalah kalung "Kesucian". # Bedaklah wajah anda dengan "Air Wudhu"
niscaya akan bercahaya di akhirat. Bismillahir-Rahmanir-Rahim....
Mempercantik diri bagiku sebagai seorang wanita adalah lumrah,
sekalipun Allah telah menciptakan kaumku, Binti Hawa, dalam bentuk yang
cantik lagi menarik, yang aku maksud dengan mempercantik diri adalah
upaya untuk mempertahankan kecantikanku itu sebagai sebuah anugerah
dari sang Maha Kuasa. Tetapi dalam hal ini aku tidak berlebih-lebihan
dan memaksakan diri, wajar dan natural saja, aku tidak merasa perlu ke
salon karena hal itu perlu ongkos yang kalau disedekahkan akan lebih
berguna, atau buat beli jajan anak-anak saja, biar mereka lebih
gembira, di samping itu di sana aku tidak merasa aman dari pandangan
laki-laki asing, sekalipun salon tersebut katanya adalah salon khusus
muslimah, tetapi siapa yang menjamin, aku teringat sebuah sabda
Rasulullah saw yang intinya bahwa wanita manapun yang membuka
pakaiannya bukan di rumah suaminya maka dia telah mencabik-cabik
perlindungan Allah atas dirinya, naudzubillah, aku tidak mau hal itu
menimpaku. Aku merasa cukup dengan upayaku sendiri, caraku sendiri yang
aku baca dari beberapa majalah wanita Islam atau tabloid, cara-cara
alami dan natural dalam merawat kecantikan, misalnya dengan membuat
masker dari buah-buahan: bengkoang, mentimun, alpukat dan buah-buah
segar lainnya, aku melakukan itu secara berkala untuk untuk menjaga
agar kulitku tetap segar, khususnya wajah agar tetap kencang dan
menawan. Aku juga rajin membuat jus buah dan meminumnya, plus sayuran
hijau yang kata ahli kesehatan bermanfaat bagi tubuh. Bagiku menjaga
kecantikan berarti menjaga kesehatan, mana bisa cantik kalau tidak
sehat, ada satu rahasia yang ingin aku bagi kepada sesama Binti Hawa,
aku berusaha menjaga kesehatan dengan selalu minum madu secara rutin,
hampir tiada hari tanpa minum madu dan alhmadulillah aku tetap sehat,
aku teringat sebuah ayat dalam al-Qur`an yang menyatakan bahwa madu
adalah kesembuhan, dan aku pun teringat bahwa Rasulullah saw mengajak
kaum muslimin untuk mencari kesembuhan pada madu, inilah yang
memotivasiku untuk selalu minum madu. Aku sadar bahwa cantik itu
bersih, maka aku berusaha menjaga kebersihan tubuhku dengan mandi
mininal pagi dan sore, memperhatikan daerah-daerah kotor dengan
menggosoknya sebersih-bersihnya, kebersihan rambut aku jaga setiap dua
atau tiga hari sekali, kebersihan mulut aku lakukan dengan berkumur
pada saat berwudhu dan sebelum beranjak tidur sekaligus berwudhu dan
sesudah bangun dari tidur dengan menggosok gigi. Kedua tangan dan kedua
kakiku selalu aku cuci selesai melakukan atau memegang sesuatu,
kuku-kuku keduanya tidak luput dari perhatianku, aku tidak suka merawat
kuku tangan seperti yang dilakukan oleh sebagian kaumku sehingga ia
panjang seperti kuku binatang buas, selain bisa menjadi sarang kuman
juga bisa menghalangiku untuk melakukan beberapa aktifitas rumahku
seperti mencuci dan lainnya, lebih dari semua itu bahwa yang demikian
itu tidak sejalan dengan fitrah yang digariskan oleh Rasulullah saw.
Aku tahu bahwa cantik itu tidak sejalan dengan bau tubuh yang tidak
sedap, untuk menjaga ini, selain aku mandi dengan benar secara rutin,
aku juga membuang sarang bau tidak sedap pada tubuh, ketiak yang
menjadi salah satu biang bau kurang sedap selalu menjadi perhatianku
dengan membuang bulu yang tumbuh di sana, sebagai muslimah aku tahu
Nabi saw menganjurkan hal itu, terkadang aku memakai satu dua semprotan
pengharum badan selesai mandi dan aku yakin tidak akan keluar rumah,
tetapi kalau aku yakin akan keluar rumah karena ada hajat untuk itu
maka aku tidak memakainya, karena aku tahu agamaku melarangku sebagai
wanita untuk meninggalkan rumahnya dalam keadaan tubuh berbau harum,
aku tidak mau menjadi pemicu fitnah bagi kaum laki-laki. Pakaian di
rumah juga aku perhatikan, aku tidak boleh memakai baju yang kotor atau
berbau apek, sekalipun koleksi baju rumahku tidak banyak, namun aku
selalu menjaga agar bajuku tetap segar dan bersih, untuk urusan yang
satu ini aku lebih cenderung kepada suami, maksudku pada saat membeli
baju rumah, pendapat suamiku adalah nomor satu, jika dia bilang suka
maka aku tersenyum mengiyakan, sebaliknya kalau dia tidak suka maka aku
pun meninggalkannya, pada saat aku memakai sebuah baju, lalu suamiku
memintaku untuk menggantinya dengan baju yang lain, maka aku akan
menggantinya sekalipun ia masih bersih, toh tetap bisa dipakai ketika
dia tidak rumah, aku tahu ada baju favorit bagi suamiku, dia paling
suka kalau aku memakai baju tertentu, maka aku bersuaha sesering
mungkin memakainya. Aku juga tahu bahwa semua itu adalah kecantikan
lahir, sekalipun penting namun tidak kalah dengannya adalah kecantikan
sisi lain yaitu melalui akhlak mulia dan ilmu agama. Di mana cantiknya
pada saat akhlak buruk menghiasi diri: ucapan dusta, ghibah, namimah,
hasad, tamak dan akhlak buruk lainnya? Di mana cantiknya sebagai wanita
muslimah kalau ternyata tidak mengerti perkara-perkara dasar dalam
agamanya? Oleh karena itu aku selalu berusaha untuk menghiasi diri
dengan akhlak dan budi pekerti mulia, plus upaya menambah ilmu agama
melalu membaca, bertanya dan menghadiri majlis ilmu. Satu hal yang
ingin aku katakan kepada saudari-saudariku, bahwa aku melakukan semua
itu adalah demi suamiku dan hanya untuk suamiku, ya cantikku memang
hanya untukmu suamiku seorang, aku ingin tulus kepada suamiku, aku
tidak ingin membagi sedikit pun dari kecantikanku kepada orang lain
karena hal itu tidak patut, aku dan diriku hanya untuknya, maka
demikian pula kecantikanku. Aku tidak ingin mengikuti sebagain wanita
yang justru ingin terlihat cantik dengan berdandan habis manakala
hendak keluar rumah untuk hajat ini dan itu, para wanita yang bersolek
bukan untuk suaminya, aku melihat mereka adalah para istri yang tidak
tulus kepada suami mereka, karena mereka telah membagi apa yang
seharusnya menjadi hak murni suami kepada orang lain, kasihan suami
mereka, tetapi bagaimana lagi, yang terjadi justru suami mereka memang
mendiamkan atau mengizinkan. Wallahu a’lam. (Izzudin Karimi) Hakikat
Kecantikan seorang muslimah... Setiap wanita selalu menginginkan
dirinya selalu tampil cantik. Seakan kecantikan seperti telah menjadi
sebuah keharusan untuk diri seorang wanita.Kecantikan umumnya tidak
bisa dilepaskan dari perhiasan, kosmetik, mode, cara berjalan, cara
tersenyum, dan beragam cara-cara agar cantik.Kecantikan dan keindahan
merupakan salah satu fitrah yang dimiliki setiap wanita. Cantik dan
perasaan ingin cantik adalah nikmat dari Allah swt yang diberikan
kepada setiap wanita.Oleh karena itu, kecantikan dan apapun yang ada
pada diri wanita sesungguhnya anugerah sekaligus ujian (fitnah).Cantik
yang alami dan agung sebenarnya adalah yang terpancar dari dalam hati
atau jiwa manusia itu sendiri. Seperti nilai keikhlasan, kesabaran,
kejujuran, dan suka menolong makhluk ciptaan-Nya.Ibu Abbas berkata :"
Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya di dalam hati,
membersihkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam
rezeki dan menumbuhkan rasa cinta dihati manusia kepada-Nya. (Tafsir
ibnu Katsir) Secantik apapun wanita itu manakala perilaku dan akhlaknya
rusak, maka lunturlah kecantikannya.Ketika seorang muslimah yang
shalihah memahami akan hakikat kehidupan di dunia ini, maka hatinya
senantiasa dipenuhi kerinduan kepada Allah SWT. hatinya di liputi oleh
keimanan dan selalu berusaha memurnikan ibadahnya kepada Allah .
Hatinya selalu takut dan terikat dengan Rabb nya.InsyaAllah Semoga
bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar