Jumat, 14 Oktober 2011

MUSLIHAT IBLIS.,,, bingung,,,

BismillahirRohmaanirRohiim ... Assalamu'alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh ... Seperti inilah kira-kira iblis memperdaya kita........ Dalam suatu Konferensi iblis, syaitan dan jin, dikatakan: “Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke Mesjid”, “Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur’an dan mencari kebenaran”, “Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka All...ah dan Pembawa risalahNya Muhammad”, “Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh.” “Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah”. “Inilah yang akan kita lakukan,” kata iblis. ”Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!”. “Bagaimana kami melakukannya?” tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka,” Jawab sang iblis “Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG”. “Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 – 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong.” “Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.” “Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja”. “Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah.” “Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan”. “Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah. Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2 di dunia ini.” “Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya” “Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid”. “Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip serta infotainment selama 24 jam sehari”. “Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan”. “Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan. “Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka” “Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala”. “Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran”. “Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga” “Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat.” “Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, dugem , fitness, mall , pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop.” “Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK.” “Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa. “Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah.” “Dan Dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah).” “PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL.” “RENCANA YANG BAGUS.” Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT MUSLIM MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA”. “Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta.” “Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan RasulNya”. Sekarang pertanyaan saya adalah, “APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL???” ANDALAH YANG MENENTUKAN!!! “ Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum , kecuali kaum itu sendiri yang menentukan “ Wallahu'alam bish Showabb.

~**Arti Cinta Sejati**


Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh... Cinta sejati dalam ISLAM Cinta Sejati Dalam Islam Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya? Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Ma...syarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”. Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda? Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi. Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB). Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari. Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda? Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur. Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda. Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda. Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini? Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai: Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku? Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku. Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya, Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu. Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya. Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?” Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata: يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها. “Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559) Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1) Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri. Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi? Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini: الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره “Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya) Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata: كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ Setiap yang terlarang itu menarik (memikat). Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan: حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli. Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian: فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102 “Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102) Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap? Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu. Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya? Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه “Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih) Dan pada hadits lain beliau bersabda: إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره. “Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya) Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput. الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67 “Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67) Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه “Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih) Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan. Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku. Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku… Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan. *** Footnote: 1) Saudaraku, setelah membaca kisah cinta sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar ini, saya harap anda tidak berkomentar atau berkata-kata buruk tentang sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar. Karena dia adalah salah seorang sahabat nabi, sehingga memiliki kehormatan yang harus anda jaga. Adapun kesalahan dan kekhilafan yang terjadi, maka itu adalah hal yang biasa, karena dia juga manusia biasa, bisa salah dan bisa khilaf. Amal kebajikan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu banyak sehingga akan menutupi kekhilafannya. Jangan sampai anda merasa bahwa diri anda lebih baik dari seseorang apalagi sampai menyebabkan anda mencemoohnya karena kekhilafan yang ia lakukan. Disebutkan pada salah satu atsar (ucapan seorang ulama’ terdahulu): مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ مَنْ عَابَهُ بِهِ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ “Barang siapa mencela saudaranya karena suatu dosa yang ia lakukan, tidaklah ia mati hingga terjerumus ke dalam dosa yang sama.”

ღ*SEJUTA ALASAN CINTA (Aku Ingin MenCintaimu Karena ALLOH)*ღ

ღ*SEJUTA ALASAN CINTA (Aku Ingin MenCintaimu Karena ALLOH)*ღ oleh Wahai Calon Imamku,Jemput Aku Menjadi Bidadarimu pada 22 Agustus 2011 jam 2:48 (´'`v´'`) `•.¸.•´ ღ☆ღبِسْــــــ...ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم ღ☆ღ .¸.•´¸.•*¨) (¸.•´ (¸.•´ ♥*SEJUTA ALASAN CINTA*♥ ♫•*¨*•.¸ﷲ¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ*¨*¤.¸
¸::♥::♥.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*♥♫•*¨*•♫ ღ☆ღ*♥♫•*¨*•♫ ♥♥`*•.¸¸.•*♥♥`*•.¸¸.•* ♥♥`*•.¸¸.•* ♥♥...`*•.¸¸.•♥♥``*•.¸¸.• ♥♥` Jika aku mencintaimu kerana sifatmu yang ceria, Menjadi semangat yang menyala dalam hatiku, Kemudian aku bertanyakan diri sendiri, Bila keceriaan itu kelam dirundum duka, Seberapa muram cintaku padamu akan ada? Jika aku mencintaimu kerana kecantikanmu, Meredupkan pandangan di mataku, Kemudian aku bertanyakan diri sendiri, Saat kecantikan itu memudar ditempuh usia, Seberapa pudarkah kelak cintaku padamu? Jika aku mencintaimu kerana keramahanmu, Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu, Kemudian aku bertanyakan diri sendiri, Kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka, Seberapa mampu cintaku memendam praduga? Jika aku mencintaimu kerana cerdasnya dirimu, Membuatku yakin pada setiap pekerjaanmu, Kemudian aku bertanyakan diri sendiri, Tika kecerdasan itu hilang meniti usia, Seberapa bijak cintaku untuk tetap bersamamu? Jika aku mencintaimu kerana sifat berdikari yang kau miliki, Menyematkan rasa banggaku padamu, Kemudian aku bertanyakan diri sendiri, Di saat sifatmu yang manja menjengah, Seberapa besar cintaku padamu untuk dibanggakan? Jika aku mencintaimu kerana sifat egomu, Menambatkan rasa kagumku pada utuhnya pertahananmu, Kemudian aku bertanyakan diri sendiri, Andai tembok keegoaan itu berjaya kuruntuhkan, Seberapa kuat cintaku yang tinggal? Jika aku mencintaimu kerana pengertian yang kau berikan, Menumbuhkan ketenangan dengan kepercayaan yang kau tanam, Kemudian aku bertanyakan diri sendiri, Kelak pengertian itu ditelan ego sesaat, Seberapa banyak mampu ku mengerti cinta ini? Jika aku mencintaimu kerana luasnya kesabaranmu, Menambah dalamnya rasa cinta semakin ku mengenalmu, Kemudian aku bertanyakan diri sendiri, Mungkin kesabaran itu mencapai batasnya suatu hari nanti, Seberapa besarkah cintaku mampu memaafkan? Jika aku mencintaimu kerana keteguhan imanmu, Bagai siraj yang benderang mengantarkan cahaya, Kemudian aku bertanyakan diri sendiri, Kala iman itu jatuh merundum, Seberapa berkurang akhirnya cintaku padamu? Jika aku mencintaimu kerana engkau yang telah kupilih sebagai cintaku, Yang kan kupegang sepanjang hayat, Kemudian aku bertanyakan diri sendiri, Saat hati ini tergoncang, Seberapa mantapkah cinta ini untuk tetap setia? Biarpun sejuta alasan, Tetap tidak mungkin cukup, Membuat cintaku tetap bersamamu, Melainkan jika aku mencintaimu kerana Ilahi, Kerana Dia kan selalu ada, Untuk menjaga keutuhan cinta ini, Hingga kelak ku tak mampu lagi mencintaimu, Kerana cintaku… berpulang padaNya. Ya Rabb, Ku titipkan cintaku pada’Mu untuknya, resapkan rinduku pada rindunya, mekarkan cintaku bersama cintanya, satukan hidupku dan hidupnya dalam cintamu... *SeSungguh'y Ku Mencntainya Karena Cinta’Mu* _____(_)________________(_)_____ ___(_)§§(_)___________(_)§§(_)___ __(_)§§§§§(_)_______(_)§§§§§(_)__ __(_)§§§§§§§(_)_ __(_)§§§§§§§(_)__ ___(_)§§§§§§(_)_§_(_)§§§§§§(_)___ ____(_)§(_)§§§§§§§§§§§(_)§(_)____ ___(_)§§§§(_)§§§§§§§(_)§§§§(_)___ ___(_)§§§§§§(_)§§§(_)§§§§§§(_)___ ____(_)§§§§§§(_)§(_)§§§§§§(_)____ _____(_)§§§§§§§(_)§§§§§§(_)_____ _______(_)§§§§§§§§§§§(_)________ _________(_)§§§§§§§(_)__________ ___________(_)§§§(_)____________ ____________(_)§(_)_____________ *Wahai Calon Imamku,Aku MenCintaimu Karena ALLOH* ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•**•♫ (´'`v´'`) `•.¸.•´♫" ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸By: hamba ﷲ ¸¸.•*¨*•♫ " .¸.•´¸.•*¨) Semoga bermanfa'at,InsyaALLOH.... (¸.•´ (¸.•´ ♥♥SALAM UHIBBUKUM FILLAH ♥ Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥♫♥♫ ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥::♥::♥::♥::♥::♥::♥::♥::♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫

Bahaya Pacaran (khalwat) Terbongkar Oleh Riset Ilmiah

Bahaya Pacaran (khalwat) Terbongkar Oleh Riset Ilmiah بسم الله الرحمن الرحيم Kebohongan Pelaku Pacaran (khalwat) Terbongkar Oleh Riset Ilmiah Perintah untuk tidak berkhalwat (berdua-duaan) antara seorang pria dan wanita yang bukan mahram selama ini dipatuhi seorang mukmin sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi, jarang dari kita yang mengetahui alasan ilmiah di balik perintah itu. ... Kenapa hal tersebut dilarang dan dianggap berbahaya oleh syariat Islam? Bagian tubuh kita yang mana yang ternyata berpengaruh terhadap kondisi berdua duaan tersebut? Baru-baru ini, sebuah riset ilmiah membuktikan sendiri tentang bahaya berdua duaan. Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang laki laki yang berduaan dengan seorang wanita menjadi pemicu utama naiknya sekresi hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya tegangan dalam tubuh. Meskipun subjek penelitian (seorang laki laki) yang diuji coba hanya dengan mengkhayalkan tentang seorang wanita dalam sebuah simulasi penelitian. Namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari mengeluarkan hormon tersebut. "Cukup anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita. Dan anda akan membuktikan jika peningkatan hormon anda dalam proporsi tinggi betul betul nyata," inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph! Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkatnya hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan meningkatnya............NAFSU SEKSUAL. Bentuk yang menyerupai alat proses hormon penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tegangan yang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berduaan dengan lawan jenis (bukan mahram), dan tegangan tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanya memiliki daya tarik lebih besar! Para peneliti mengatakan bahwa ketika ada lawan jenis disekitar pria, sang pria kemungkinan besar membayangkan bagaimana mulai membangun hubungan dengan sang wanita. Dan dalam penelitian lain, para ilmuwan menekankan bahwa situasi ini jika diulang (artinya jika keadaan seperti itu dibiarkan), bukan cuma mustahil akan bermunculan berbagai penyakit kronis, masalah psikologis dan kehancuran moral yang teramat parah tingkatnya, tetapi sudah memasuki hal yang PASTI. Inilah juga sebabnya Rosulullah saw berulang ulang mengingatkan kita agar berhati hati terhadap wanita, bahwa bencana besar sepeninggal beliau berasal dari KAUM WANITA Sudah sejak 1500 tahun yang lalu Nabi saw bahkan memberi sinyal akan hal itu lewat sebuah hadits. "Tidaknya ada orang yang seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali setan adalah yang ketiga" Allah swt selaku sang Pencipta sudah betul betul memberikan manusia sebuah piranti lunak dan piranti keras termasuk petunjuk pemakaiannya. Tidak ada alasan lain bagi kita sebagai manusia selain bercermin dan membaca situasi itu lewat petunjuk pemakaiannya itu. Jadi, jika ada dari pembaca situslakalaka yang melihat lawan jenis sedang berduaan, maka dari penjelasan ilmiah dan sinyal Allah swt diatas, YAKINLAH jika keduanya sedang terlibat sebuah getaran NAFSU yang sangat dahsyat, yang belum satupun makhluk di muka bumi ini yang bisa membendungnya apalagi menolaknya sekalipun itu seorang yang mengaku dirinya MUSLIM & MUSLIMAH. Kalian setuju atau tidak, tetapi sungguh Allah telah membongkar kedok para pelaku PACARAN dengan sebuah pengetahuan modern dimana kalian berkiblat kepadanya. Jika anda masih berkeras, lalu ada rahasia apa dibalik perintah Allah swt yang menyuruh para orangtua memisahkan anak mereka ketika sudah berusia baligh? mengapa pula Allah swt mengatakan jika berduaan dengan Ipar berarti maut? belum cukupkah bukti bukti dimata anda? (mnh/alkaheel/eramuslim) Semoga bermanfaat... ------------------------------------------------

~*JIKA BAHAGIA SEDERHANA*~

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥ ♥♥ ♥♥ ******JIKA BAHAGIA SEDERHANA ****** ♥♥ ♥♥ ♥♥•.¸¸.•*♥`(¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) ♥`*•.¸¸.•♥♥ بِسْــــــ...ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم ✿.。.:* *.:。.✿✿.。.:* *.:。.✿✿.。.:* *.:。.✿✿. ♥♥ [*] Sayang… Ingatkah pada sebuah waktu dalam pelayaran bahtera rumah tangga kita Bersama kita menghitung sisa gaji sampai akhir bul...an Saat kita menyusun menu hari demi hari Di ruang tengah beralas tikar plastik Dan kita berebut menghabiskan sepiring nasi agar tak bersisa esok hari Tapi kita tertawa dan bercengkerama Layaknya pangeran dan putri raja pada sebuah istana Hingga tertidur dihadapan televisi kecil yang masih menyala Sayang… Jika bahagia sesederhana ini Sebenarnya apa yang kita cari? [**] Kawan… Ingatkah pada sebuah titik pada perjalanan kita Saat kita mengumpulkan kepeng-kepeng dari saku lusuh kita Untuk sebungkus nasi berlauk tempe dan tahu Lalu kau minta sesendok sambal gratis Dari penjaga warung yang tersenyum manis Tapi kita semua tertawa Kita makan bak jamuan pesta raja Dan malam pun berlalu walau tanpa kopi Kawan… Jika bahagia sesederhana ini Sebenarnya apa yang kita cari? “Ya Allah berikan Aku sifat qana’ah terhadap apa yang telah engkau rizkikan kepadaku, berkahilah pemberian itu dan gantilah segala yang luput (hilang) dariku dengan yang lebih baik.” (HR. Al-Hakim) ***DM-20111011, Pbm; dari bilik sederhana di ruang hati Dalam suatu kisah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: Suatu hari ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu menemui Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam di kamar beliau, lalu ‘Umar mendapati beliau tengah berbaring di atas sebuah tikar usang yang pinggirnya telah digerogoti oleh kemiskinan (lapuk). Tikar membekas di belikat beliau, bantal yang keras membekas di bawah kepala beliau, dan kulit samakan membekas di kepala beliau. Di salah satu sudut kamar itu terdapat gandum sekitar satu gantang. Di bawah dinding terdapat qarzh (semacam tumbuhan untuk menyamak kulit). Maka air mata ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu meleleh dan ia tidak kuasa menahan tangis karena iba dengan kondisi Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya sambil melihat air mata ‘Umar yang berjatuhan, “Apa yang membuatmu menangis, Wahai Ibnu Khaththab?” ‘Umar radhiyallahu ‘anhu menjawab dengan kata-kata yang bercampur-aduk dengan air mata dan perasaannya yang terbakar, “Wahai Nabi Allah, bagaimana aku tidak menangis, sedangkan tikar ini membekas di belikat Anda, sedangkan aku tidak melihat apa-apa di lemari Anda? Kisra dan kaisar duduk di atas tilam dari emas dan kasur dari beludru dan sutera, dan dikelilingi buah-buahan dan sungai-sungai, sementara Anda adalah Nabi dan manusia pilihan Allah!” Lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab dengan senyum tersungging di bibir beliau: “Wahai Ibnu Khaththab, kebaikan mereka dipercepat datangnya, dan kebaikan itu pasti terputus. Sementara kita adalah kaum yang kebaikannya ditunda hingga hari akhir. Tidakkah engkau rela jika akhirat untuk kita dan dunia untuk mereka?” ‘Umar menjawab, “Aku rela.” (HR. Hakim, Ibnu Hibban dan Ahmad) Dalam riwayat lain disebutkan, ‘Umar berkata, “Wahai Rasulullah, sebaiknya Anda memakai tikar yang lebih lembut dari tikar ini.” Lalu, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab dengan khusyuk dan merendah diri, “Apa urusanku dengan dunia? Perumpamaan diriku dengan dunia itu tidak lain seperti orang yang berkendara di suatu hari di musim panas, lalu ia berteduh di bawah sebuah pohon, kemudian ia pergi dan meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Yang demikian itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah” (HR. Bukhari dan Muslim) Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukanlah orang yang kaya itu adalah orang banyak hartanya, akan tetapi yang disebut orang kaya adalah orang yang kaya hati”. (HR. Bukhari) Ungkapan Nabi di atas merupakan landasan dari sifat Qonaah (Merasa cukup atas nikmat Allah). Qanaah merupakan satu dari sifat-sifat terpuji yang harus dimilki oleh setiap Muslim. Lalu apa dan bagaimana Qanaah itu? As Syaikh Ahmad Ar Rifa’i dalam kitabnya yang berjudul Riayatal Himmah Juz akhir berkata: Qonaah menurut bahasa artinya tenang, sedangkan makna terminologi syar’i yaitu tenang hatinya mengharap ridho’ Allah semata serta mengambil dunia seperlunya sesuai dengan kebutuhan, sekira dapat digunakan untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Lebih lanjut As Syaikh menegaskan, Al Qoni’u Ghoniyyun walau kana juu’a (Orang yang qonaah itu kaya walaupun ia kelaparan). Orang yang memiliki jiwa qonaah akan selalu menampakkan rasa syukur atas anugerah yang diberikan Allah kepadanya tanpa sedikitpun mengharap apa yang bukan menjadi bagiannya. Sehingga rasa bahagia akan menyelinap kedalam hatinya dan terpancar dari mukanya yang penuh kegembiraan. Dia tidak akan pernah mengeluh apalagi memprotes kebijakan Allah Subhanahu wa ta’ala atas dirinya, sebab ia merasa bahwa anugerah Iman, Islam dan Ibadah yang diberikan kepadanya sudah lebih dari cukup untuk membuatnya tetap tersenyum di dunia dan akherat kelak. Ia akan selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah keadanya pada saat itu. Dengan bersyukur ia akan mendapatkan ketenangan dan ketenteraman hati. Sebuah kenikmatan yang tidak dapat diukur dengan banyaknya harta. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu…”” (QS. Ibrahim: 7) Pandangan hatinya selalu tertuju pada bagaimana ia dapat menjalankan perintah Allah secara totalitas sebagaimana yang di ajarkan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam sembari hatinya senantiasa bergantung pada Fadhol dari Alloh Subhanahu wa ta’ala. Menurutnya harta berupa ilmu dan ibadah lebih berarti dibanding harta yang bersifat kebendaan. Sebab adakalanya harta yang bersifat kebendaan justru akan menyeret sang empunya terjerembab dalam lubang kehinaan yang abadi yaitu neraka. Intinya, qonaah adalah merasa tenang dan terima terhadap apa yang diberikan oleh Allah kepadanya, tidak cinta dunia, tamak, rakus ataupun menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya semata. Islam tidak melarang umatnya mencari kehidupan dunia, akan tetapi dunia haruslah dijadikan sebagai sarana dalam menggapai kebahagiaan Akherat. Itulah yang dimaksud oleh Allah dalam firman-Nya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi…” (QS. Al-Qhashas: 77) Bukan malah menjadikan akherat sebagai kendaraan untuk mencari dunia. Carilah dunia, tapi gunakanlah dunia itu untuk berbakti kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Isa Putra Maryam ‘alaihissalam bersabda kepada hawariyyun (murid-muridnya): “Janganlah kamu menuhankan dunia, niscaya ia akan menjadikan kamu sebagai budak. Lewatilah dunia ini dan jangan kamu meramaikannya. Ketahuilah, pangkal segala dosa adalah cinta dunia. Seringkali hawa nafsu mewariskan kesedihan yang berkepanjangan. Jika dunia bersarang dalam hati seseorang, ia akan meninggalkan tiga perkara; Kesibukan yang tak kenal lelah, kekurangan yang tak kenal puas, dan angan-angan tanpa batas. Dunia itu mencari dan dicari. Orang yang menginginkan akhirat akan dicari oleh dunia, hingga rezeki yang ditentukan untuknya disempurnakan. Adapun orang-orang yang mencari dunia, kelak dunia itu diambil oleh kehidupan akhirat. Hingga ketika maut datang ia akan merampas dunia itu dari lehernya. Wahai para hawariyyun! Relakanlah sedikit dunia, asal kamu selamat dalam agamamu. Janganlah bersikap seperti pecinta dunia yang rela dengan sedikit agama asal mereka menggapai kepuasan dunia” (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab ‘Uddatu Ash-Shabirin wa Dzakhiratu asy-Syakirin) Terakhir ada perkataan Imam Ghozali yang sangat terkenal; ”Ad Dunya Dzillun Zail” (Dunia adalah bayang-bayang yang akan menghilang) untuk apa mengejar bayangan kalau kebahagiaan yang hakiki ada didepan mata. Selalu hidup qonaah maka kebahagiaan akan menyambangi setiap detik dalam kehidupan kita. Insya Allah… Wallahu 'Alam Semoga Bermanfaat. ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ ♫•*¨*•.¸¸¸Share Note's By: David Muhammad .•*¨*•♫ ♥::♥::♥::♥::♥::♥::♥::♥::♥: :♥::♥::♥::♥::♥::♥::♥ (´'`v´'`) Smoga artikel ini bermanfaat..InsyaAllah `•.¸.•´♫¤*¨*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*¨*¤ღ .¸.•´¸.•*¨) (¸.•´ (¸.•´ ♥♥SALAM UHIBBUKUM FILLAH ♥ Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥♫♥♫ ♫•*¨*•.¸ﷲ¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ*¨ *¤.¸¸.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ•♫ (♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(

"Kuntum Cintanya…"

"Kuntum Cintanya…" "De'… de'… Selamat Ulang Tahun…" bisik seraut wajah tampan tepat di hadapanku. "Hmm…" aku yang sedang lelap hanya memicingkan mata dan tidur kembali setelah menunggu sekian detik tak ada kata-kata lain yang terlontar dari bibir suamiku dan tak ada sodoran kado di hadapanku. Shubuh ini usiaku dua puluh empat tahun. Ulang tahun pertama sejak pernikahan kami lima bulan yang la...lu. Nothing special. Sejak bangun aku cuma diam, kecewa. Tak ada kado, tak ada black forest mini, tak ada setangkai mawar seperti mimpiku semalam. Malas aku beranjak ke kamar mandi. Shalat Subuh kami berdua seperti biasa. Setelah itu kuraih lengan suamiku, dan selalu ia mengecup kening, pipi, terakhir bibirku. Setelah itu diam. Tiba-tiba hari ini aku merasa bukan apa-apa, padahal ini hari istimewaku. Orang yang aku harapkan akan memperlakukanku seperti putri hari ini cuma memandangku. Alat shalat kubereskan dan aku kembali berbaring di kasur tanpa dipanku. Memejamkan mata, menghibur diri, dan mengucapkan. "Happy Birthday to Me… Happy Birthday to Me…." Bisik hatiku perih. Tiba-tiba aku terisak. Entah mengapa. Aku sedih di hari ulang tahunku. Kini aku sudah menikah. Terbayang bahwa diriku pantas mendapatkan lebih dari ini. Aku berhak punya suami yang mapan, yang bisa mengantarku ke mana-mana dengan kendaraan. Bisa membelikan blackforest, bisa membelikan aku gamis saat aku hamil begini, bisa mengajakku menginap di sebuah resor di malam dan hari ulang tahunku. Bukannya aku yang harus sering keluar uang untuk segala kebutuhan sehari-hari, karena memang penghasilanku lebih besar. Sampai kapan aku mesti bersabar, sementara itu bukanlah kewajibanku. "De… Ade kenapa?" tanya suamiku dengan nada bingung dan khawatir. Aku menggeleng dengan mata terpejam. Lalu membuka mata. Matanya tepat menancap di mataku. Di tangannya tergenggam sebuah bungkusan warna merah jambu. Ada tatapan rasa bersalah dan malu di matanya. Sementara bungkusan itu enggan disodorkannya kepadaku. "Selamat ulang tahun ya De'…" bisiknya lirih. "Sebenernya aku mau bangunin kamu semalam, dan ngasih kado ini… tapi kamu capek banget ya?" Ucapnya takut-takut. Aku mencoba tersenyum. Dia menyodorkan bungkusan manis merah jambu itu. Dari mana dia belajar membukus kado seperti ini? Batinku sedikit terhibur. Aku buka perlahan bungkusnya sambil menatap lekat matanya. Ada air yang menggenang. "Maaf ya de, aku cuma bisa ngasih ini. Nnnng… Nggak bagus ya de?" ucapnya terbata. Matanya dihujamkan ke lantai. Kubuka secarik kartu kecil putih manis dengan bunga pink dan ungu warna favoritku. Sebuah tas selempang abu-abu bergambar Mickey mengajakku tersenyum. Segala kesahku akan sedikitnya nafkah yang diberikannya menguap entah ke mana. Tiba-tiba aku malu, betapa tak bersyukurnya aku. "Jelek ya de'? Maaf ya de'… aku nggak bisa ngasih apa-apa…. Aku belum bisa nafkahin kamu sepenuhnya. Maafin aku ya de'…" desahnya. Aku tahu dia harus rela mengirit jatah makan siangnya untuk tas ini. Kupeluk dia dan tangisku meledak di pelukannya. Aku rasakan tetesan air matanya juga membasahi pundakku. Kuhadapkan wajahnya di hadapanku. Masih dalam tunduk, air matanya mengalir. Ya Rabbi… mengapa sepicik itu pikiranku? Yang menilai sesuatu dari materi? Sementara besarnya karuniamu masih aku pertanyakan. "A’ lihat aku…" pintaku padanya. Ia menatapku lekat. Aku melihat telaga bening di matanya. Sejuk dan menenteramkan. Aku tahu ia begitu menyayangi aku, tapi keterbatasan dirinya menyeret dayanya untuk membahagiakan aku. Tercekat aku menatap pancaran kasih dan ketulusan itu. "Tahu nggak… kamu ngasih aku banyaaaak banget," bisikku di antara isakan. "Kamu ngasih aku seorang suami yang sayang sama istrinya, yang perhatian. Kamu ngasih aku kesempatan untuk meraih surga-Nya. Kamu ngasih aku dede," senyumku sambil mengelus perutku. "Kamu ngasih aku sebuah keluarga yang sayang sama aku, kamu ngasih aku mama…." bisikku dalam cekat. Terbayang wajah mama mertuaku yang perhatiannya setengah mati padaku, melebihi keluargaku sendiri. "Kamu yang selalu nelfon aku setiap jam istirahat, yang lain mana ada suaminya yang selalu telepon setiap siang," isakku diselingi tawa. Ia tertawa kemudian tangisnya semakin kencang di pelukanku. Rabbana… mungkin Engkau belum memberikan kami karunia yang nampak dilihat mata, tapi rasa ini, dan rasa-rasa yang pernah aku alami bersama suamiku tak dapat aku samakan dengan mimpi-mimpiku akan sebuah rumah pribadi, kendaraan pribadi, jabatan suami yang oke, fasilitas-fasilitas. Harta yang hanya terasa dalam hitungan waktu dunia. Mengapa aku masih bertanya. Mengapa keberadaan dia di sisiku masih aku nafikan nilainya. Akan aku nilai apa ketulusannya atas apa saja yang ia berikan untukku? Hanya dengan keluhan? Teringat lagi puisi pemberiannya saat kami baru menikah… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… Cintaku sederhana dalam kesederhanaan... Cintaku tak berkobar-kobar penuh nafsu... Cintaku sederhana dalam keterbatasan... Cintaku tak menggebu-gebu laksana cinta yang semu, bergelora di awal namun redup di tengah perjalanan... Cintaku sederhana, namun sanggup mencintaimu apa adanya... Cintaku sederhana, namun mampu menyayangimu tulus... Cintaku sederhana, namun hadir saat kau terjatuh... Cintaku sederhana, namun ada saat kau terluka... Cintaku sederhana, namun diikat dengan kesetiaan... Cintaku sederhana, namun terukir di hati yang tulus... Cintaku penajam imanku... Cintaku penebal keyakinanku... Cintaku penawar hati dari kelelahan dunia... Cintaku sederhana, hanya mampu memberi...

Cinta Itu Bukanlah Bernama Kekerasan ,Tamparan, Atau Pukulan,,lowayu

  1. Setiap pasangan suami istri mendambakan kebahagiaan dan kedamaian dalam rumah tangga. Namun sayangnya, hal itu tidaklah selalu menjadi kenyataan yang indah seperti dalam dongeng. Beberapa istri saat ini berada dalam situasi yang sangat menyakitkan. Para suami mereka mewujudkan arogansi nya dalam bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Mulai dari suka menjahati istri, suka memukul, menyakiti hati dan ...menyiksa perasaan istri, termasuk menelantarkan istri/keluarga. Faktor utama pemicu semua itu adalah tentu krisis iman yang akhirnya menyulut konflik yang lebih dalam pada hal-hal yang lain dalam rumah tangga. salah satunya adalah pada masalah ekonomi. Suami merasa putus asa karena tidak imbangnya penghasilan dengan usaha yang telah dikeluarkan untuk mendapatkannya, sedang tuntutan kebutuhan hidup semakin meningkat. Sayangnya, kesemua masalah diatas tidak di sikapi dengan bijak. "Kecintaan" para suami dalam pengabdian sebagai suami dan ayah diwujudkan dalam bentuk kekerasan.Bukankah Allah mengkaruniakan logika dan tenaga yang lebih banyak kepada para laki-laki dari pada perempuan yang mengutamakan perasaan. Namun mengapa masih saja banyak suami yang mengedepankan emosi. Tamparan, cacian, tendangan sampai pukulan menjadi solusi terakhir dan penyelesaian sebuah masalah yang sangat tidak pantas. Dan, lagi-lagi istri dan terutama anak anak yang belum dapat memahami permasalahan ayah ibunya, menjadi korban. Padahal Rasullullah sebagai suri tauladan yang baik, tidak pernah mengajarkan tentang Kekerasan, apalagi dalam rumah tangga. Beliau tidak pernah melakukan kekerasan fisik kepada keluarganya, apalagi berkata keras, membentak, bahkan sampai berwajah tak menyenangkan saja tidak dicontohkan oleh beliau terhadap isteri, anak dan cucu-cucu beliau. Rasulullah mengecup dan mencium Ibrahim, putra beliau, sebagai bukti betapa lembut perilaku beliau terhadap putranya. Rasulullah menggendong cucunya dalam shalat. Hal ini semakin menguatkan kesimpulan betapa Islam menghendaki kelembutan dalam interaksi antar anggota keluarga. Bukankah Rasul saw bisa saja membiarkan sang cucu tergeletak di bawah dan bermain-main sendiri, sedangkan beliau tengah shalat? Ternyata, justru beliau menggendong sang cucu saat berdiri dalam shalat, dan meletakkan saat beliau sujud. Abu Qatadah al Anshary meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw menunaikan shalat sambil menggendong Umamah putri Zainab binti Rasulillah saw dengan Abil Ash bin Rabi’ah bin Abdi Syams. Apabila beliau sujud, diletakkanlah Umamah dan apabila beliau berdiri digendongnya (Riwayat Bukhary dan Muslim). “Beliau adalah manusia biasa”, itu komentar pertama Aisyah ketika ditanya tentang pribadi Rasul saw. Namun begitu Luar biasanya pribadi Rasulullah saw. Demikianlah Kepribadian sang Nabi Allah. Demikianlah sosok manusia pilihan Allah. Rasullullah mengajarkan bahwa Islam adalah tentang rahmat dan kasih sayang, sama sekali Jauh dari tindakan kekerasan. Jika saat ini anda adalah seorang istri berada dalam posisi sulit dan hidup dalam "naungan" kekerasan dari suami, maka dibutuhkan kesabaran yang sangat amat besar dan keikhlasan yang dalam serta cita cita untuk bisa meluluskan diri, karena kesemua itu adalah cobaan dari Allah untuk meningkatkan kualitas hambanya. Berusaha berbuat semanis mungkin agar suami bisa berubah dan kembali menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab, adalah hal yang perlu dicoba, sebagai alternatif pengubah keadaan menjadi lebih baik. Tidak mudah memang, namun semua usaha akan selalu bernilai di hadapan allah sebagai sebuah usaha. dan insyaallah, Allah tidak akan menyia nyiakan keiklasan hambanya yang berusaha. Walaupun menjadi pihak yang terdholimi, tetaplah tegar dan sabar, tetaplah lakukan introspeksi yang mendalam, karena manusia tidak luput dari dengan kekurangan. Kesadaran untuk mengetahui Sebenarnya apa yang terjadi pada diri kita, adalah sangat baik. Mungkin dengan melakukan hal tersebut, dapat menimbulkan perubahan sifat yang terjadi pada suami kita, tentunya yang akan mengarah para kehidupan yang lebih mendamaikan. Dan untuk para suami pelaku kekerasan, istri adalah pendamping anda, menua bersama anda, makhluk yang penuh kelembutan yang dititipkan Allah sebagai amanah untuk dijaga, maka berusahalah untuk selalu berlemah lembut dalam memberi nasihat kepada "tulang rusuk" anda tersebut. Luka dalam fisik dapat anda obati dan seiring waktu dapat sembuh seperti semula, namun luka dan trauma dihati para istri istri anda atas apa yang telah anda lakukan, akan susah sekali untuk terhapus. Ingatlah, bahwa sesuatu itu akan tampak sangat berharga saat anda telah kehilangan atau ditinggalkan. Sekali lagi, bila kita adalah seorang muslim pastilah tahu bahwa Islam adalah agama rahmat dan kasih sayang. Islam tidak pernah mengajarkan tentang Kekerasan, apalagi dalam rumah tangga. Dan, Rasul saw sebagai teladan utama kaum muslimin tak pernah mencontohkan melakukan kekerasan terhadap keluarganya.

‎. ♥♥ ~* Ciri-ciri Akhwat Genit *~ ♥♥ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ Seperti apa sih akhwat genit itu??? Mari silakan baca, renungkan, tanyakan pada diri sendiri termasuk akhwat genit atau tidak, kemudian silakan berkomentar.., ^_^ Ini sebuah tulisan dan tentunya ada faktanya juga, setelah saya baca dari sumbernya, Duuuuhhhh, ternyata diri ini masih termasuk dalam k...elompok akhwat genit.., Mesti dirubah, tak mesti secara drastis, tapi pelan-pelan agar tidak mempunyai efek negatif ^_^ ♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `' •.¸) `'•.¸) Akhwat Genit, Apaan Tuh? Akhwat adalah sebutan akrab untuk para wanita muslim. Akhwat secara bahasa Arab artinya saudara perempuan. Namun sudah maklum (diketahui) bahwa saudara yang dimaksud di sini adalah saudara seiman, sama-sama muslim. Hal ini bukan tak berdasar, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain," (HR. Muslim, no. 2564) . Namun memang sebagian orang menggunakan istilah akhwat untuk makna yang lebih sempit. Ada yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang aktifis dakwah, berarti yang bukan aktifis dakwah bukan akhwat. Ada juga yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang berjilbab lebar, berarti yang berjilbab pendek bukan akhwat. Ada yang lebih parah lagi, istilah akhwat hanya diperuntukkan bagi muslimah yang satu aliran atau gerakan, yang beda aliran dan gerakan bukan akhwat. Tentu kita lebih setuju makna yang umum, bahwa setiap muslimah yang mentauhidkan Allah, adalah akhwat. Namun yang lebih dikenal banyak orang, akhwat adalah para muslimah aktifis dakwah yang biasanya berjilbab lebar. Demi Allah. Sungguh anggunnya para muslimah dengan hijab syar’ inya, melambai diterpa angin, memancarkan cahaya indah dari sebuah keimanan yang mantap. Ya, ke- istiqomah- an seorang muslimah untuk menjaga auratnya dengan jilbab yang syar’i adalah cermin keimanannya, setidaknya dalam hal berpakaian. Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar’i, dan sungguh tidak akan Allah memerintahkan sesuatu kepada hambanya kecuali itu adalah sebuah kebaikan. Namun sayang sungguh sayang. Sebagian akhwat yang berhijab syar’i belum menyadari esensi dari hijab yang dipakainya, yaitu untuk menjaga dirinya dari fitnah syahwat. Sebagian dari mereka hanya menganggap hijab syar’i hanya sekedar tuntutan berpakaian dari syari’at, atau ada pula yang hanya menganggapnya sebagai tuntutan mode, supaya terlihat anggun, terlihat cantik, keibuan, dll. Wa’ iyyadzubillah. Akhirnya ditemukanlah tipe muslimah yang saya sebut akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar’i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya. Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syariat. Padahal seharusnya merekalah (para akhwat) yang mendakwahkan bagaimana cara bergaul yang syar’i. Mungkin saja para akhwat genit ini belum tahu tentang tuntunan Islam dalam bergaul dengan lawan jenis. Ketahuilah, memang Allah Subhanallahu wa ta’ala telah mewajibkan ummat muslim berbuat baik dalam segala hal. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu” (HR. Muslim) Dan memang benar bahwa Allah telah memerintahkan hamba-Nya mempererat persaudaraan, ukhuwah sesama muslim, bersikap santun, sopan, banyak memuji. Namun perlu diperhatikan, hal-hal baik tersebut akan berbeda hukum dan akibatnya jika diterapkan kepada lawan jenis. Berkata manis, santun, mendayu-dayu, itu baik. Namun bila diterapkan kepada lawan jenis, bisa berbahaya. Menanyakan kabar kepada seorang kawan, itu baik. Namun bila sang kawan itu lawan jenis, bisa berbahaya. Sering memberi nasehat- nasehat kepada seorang kawan, itu baik. Namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Senyum dan menyapa saat berpapasan dengan kawan, itu baik. Namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Karena Allah Subhanallahu wa ta’ala telah berfirman yang artinya: “Dan katakanlah kepada perempuan- perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya” (QS. An-Nur : 24) Berbuat baik memang diperintahkan, namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis. Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang. Ciri-ciri akhwat genit : 1. Berpakaian yang mengundang pandangan Mungkin ia memakai jilbab lebar, gamis, namun jilbab dan busana muslimah yang dikenakannya dibuat sedemikian rupa agar menggoda pandangan para ikhwan. Warna yang mencolok, renda-renda, atau aksesoris lain yang membuat para pria jadi terpancing untuk memandang. 2. Senang dilihat Akhwat genit, senang sekali bila banyak dilihat oleh para ikhwan. Maka ia pun sering tampil di depan umum, sering mencari-cari perhatian para ikhwan, sering membuat sensasi-sensasi yang memancing perhatian para ikhwan dan suka berjalan melewati jalan yang terdapat para ikhwan berkumpul. 3. Kata-kata mesra yang Islami Seringkali akhwat-akhwat genit melontarkan ‘kata-kata mesra’ kepada para ikhawn. Tentu saja kata-kata mesra mereka berbeda dengan gayanya orang berpacaran, namun mereka menggunakan gaya bahasa Islami. “Jazakalloh yach akhi” “Akh, antum bisa saja dech” “Pak, jangan sampai telat makan lho, sesungguhnya Alloh menyukai hamba-Nya yang qowi” “Kaifa haluka akhi, minta tausiah dunks…” “Akh, besok syuro jam 9, jangan mpe telat lhoo..” 4. SMS tidak penting Biasanya akhwat-akhwat genit banyak beraksi lewat SMS. Karena aman, tidak ketahuan orang lain, bisa langsung dihapus. Ia sering SMS tidak penting, menanyakan kabar, mengecek shalat malam sang ikhwan, mengecek shaum sunnah, atau SMS hanya untuk mengatakan "Afwan" atau "Jazakallah." 5. Banyak bercanda Akhwat genit banyak bercanda dengan para ikhwan. Mereka pun saling tertawa tanpa takut terkena fitnah hati. Betapa banyak fitnah hati, VMJ, yang hanya berawal dari sebuah canda-mencandai. 6. Tidak khawatir berikhtilat Ada saat-saat di mana kita tidak bisa menghindari khalwat dan ikhtilat. Namun seharusnya saat berada pada kondisi tersebut seorang mukmin yang takut kepada Allah sepatutnya memiliki rasa khawatir berlama-lama di dalamnya, bukan malah enjoy dan menikmatinya. Demikian si akhwat genit. Saat terjadi ihktilat, akhwat genit tidak khawatir. Bukannya ingin cepat-cepat keluar dari kondisi tersebut, akhwat genit malah menikmatinya, berlama-lama, dan malah bercanda-ria dengan pada ikhwan laki-laki di sana. 7. Berbicara dengan nada Maksudnya berbicara dengan intonasi kata yang bernada, mendayu, atau agak mendesah, atau dengan gaya agak kekanak-kanakan, atau dengan gaya manja. Semua gaya bicara seperti ini dapat menimbulkan bekas pada hati laki-laki yang mendengarnya. Dan ketahuilah wahai muslimah, hal ini dilarang oleh syari'at. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang maruf." ( QS. Al Ahzab: 32) . Para ulama meng-qiyaskan ( menganalogikan) merendahkan suara untuk semua gaya bicara yang juga dapat menimbulkan penyakit hati pada lelaki yang mendengarnya. 8. Jilbab Berponi Dan Jilbab Setengah Tiang mungkin temen2 pd penasaran apaan sih jilbab berponi? itu tuh orang yg pake kerudung tp ga pake daleman kerudung dan poninya dikeluarin, (gambarnya ga ada sih, lagian ntar malah bikin dosa para ikhwan Nyengir) malah ada yg poninya di cat merah jd persis kaya anak kecil yg hobby maen layangan jd rambutnya merah, dan itu dgn sengaja diperlihatkan. .. selain itu jilbab setengah tiang, inget ga dulu aku pernah ngomong masalah celana jeans setengah tiang? nah ini ada lagi jilbab setengah tiang, jilbab yg leher dan separuh dadanya msh terlihat dan jilbab yg antara rambut (rambut bagian belakang) sama jilbabnya panjangan rambutnya jd jilbabnya cuma nutupin setengah dr rambutnya. dan kebanyakan rambutnya kan lurus (entah lurus asli atau hsl rebonding pake setrika) itu dia ko sekarang makin banyak ya aku liat di lingkunganku padahal udah banyak terpampang ttg kriteria busana muslimah tp makin kesini ko malah makin banyak... Maka mari sama-sama kita perbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh syariat. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah cobaan syahwat, yaitu yang berasal dari wanita: ” Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki- laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (HR. Muslim) " Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan ( tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS. Al Hadiid: 22) ~~Sugianto Parjan Dua~~

Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh Sahabat saudaraku fillah,, BUAT SAHABAT SEMUA. Aku mengenalmu di dunia maya Dibatasi dinding kaca tak bernyawa .........Jemari yang bergerak lincah memainkan tutsnya Menyambangimu diantara dinding dan beranda Bermain kata lewat status indah dan komen ceria Indah seperti orang yang tengah jatuh cinta Ketika hati mulai terbias...a Kucoba memahami tiap kata - kata yang teruntai Kujelajahi setiap sudut - sudut yang terlihat Kuraih segala impian yang belum pernah kutemukan Bahwa di sini kutemukan dunia lain yg memanggil Dunia maya..... Disaat aku merasakan kehangatan persahabatan Apakah ini semu Apakah ini hanya omong kosong Apakah ini hanya sekedar basa basi belaka Yang hanya sepintas lewat dan tak berakar Sahabat.... Ada yg ingin kukatakan padamu Aku bukanlah siapa -siapa Aku bukanlah apa- apa Aku bukanlah orang hebat yang selalu merasa benar Aku hanyalah manusia biasa, Hanya KERIKIL BIASA Yang ketika tanganku meraihmu Mengulurkan persahabatan atas nama cinta Mengikatmu dalam ikatan tanpa darah Menjadikanmu sangat berarti bagiku Sahabat... Ketika satu persatu kegelisahan dan ketakutan menghampiriku ketika satu demi satu beban menghimpitku Ketika aku tak kuasa lagi menahan tangisku ketika aku merasa tak mampu lagi untuk mengangkat kepalaku Disaat aku rapuh Disaat aku putus asa Disaat tak ada lagi yang bisa meringankan segala deritaku Disaat aku merasa semuanya menjauh Aku tau kalau aku TAK sendirian Sahabat..... ketika kumulai bertanya tentang keberadaanmu Kau datang dengan segala kebaikanmu kau datangi aku dengan senyum yang menyejukkan Kau hampiri aku dengan rasa yang tak pernah kurasakan Sebelumnya Kau raih tanganku ketika aku hampir terjatuh Kau tuntun aku ketika kurasakan langkah ku tertatih - tatih Kau bisikkan kata - kata indah ketika nafasku mulai terasa sesak Kau ajari aku bersyukur ketika kulupa Kau ajarkan cinta yang sebenarnya Sahabat.... bagiku kau nyata Sekalipun tak pernah kulihat dirimu Sekalipun tak bisa kudengar suaramu Tapi kata – kata lembutmu Bagaikan air hujan yang menyirami tanah yang kering Sahabat.... Ingin ku tunjukan pada Dunia Persaudaraanitu ada walau tanpa ikatan darah Ia akan terus ada dan selalu ada Karena kita, aku dan kamu Punya hati yang tulus utuk menyayangi karena ALLAH Beri tahu aku tentang kabarmu. Meski aq bukan kekasihmu Ceritakan padaku tentang kisahmu Meski aq tak berhak tahu Jika hari ini aq bertanya tentang keadaanmu Mungkin itu hanya sapaan seorang sahabat, Seorang yang mengganggapmu teman Tapi jika esok aq tak mengabarimu, Itu bukan karena aq membencimu, tapi Karena mungkin kehadiranku Meresahkan hatimu........ Lenyap tak berarti hilang... Diam tak berarti lupa...... Jauh tak berarti putus........ Karena diantara kau dan aq Masih ada satu ikatan......... Yaitu “ SEIMAN.”

CIRI-CIRI AKHWAT GENIT


  1. ‎. ♥♥ ~* Ciri-ciri Akhwat Genit *~ ♥♥ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ Seperti apa sih akhwat genit itu??? Mari silakan baca, renungkan, tanyakan pada diri sendiri termasuk akhwat genit atau tidak, kemudian silakan berkomentar.., ^_^ Ini sebuah tulisan dan tentunya ada faktanya juga, setelah saya baca dari sumbernya, Duuuuhhhh, ternyata diri ini masih termasuk dalam k...elompok akhwat genit.., Mesti dirubah, tak mesti secara drastis, tapi pelan-pelan agar tidak mempunyai efek negatif ^_^ ♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `' •.¸) `'•.¸) Akhwat Genit, Apaan Tuh? Akhwat adalah sebutan akrab untuk para wanita muslim. Akhwat secara bahasa Arab artinya saudara perempuan. Namun sudah maklum (diketahui) bahwa saudara yang dimaksud di sini adalah saudara seiman, sama-sama muslim. Hal ini bukan tak berdasar, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain," (HR. Muslim, no. 2564) . Namun memang sebagian orang menggunakan istilah akhwat untuk makna yang lebih sempit. Ada yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang aktifis dakwah, berarti yang bukan aktifis dakwah bukan akhwat. Ada juga yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang berjilbab lebar, berarti yang berjilbab pendek bukan akhwat. Ada yang lebih parah lagi, istilah akhwat hanya diperuntukkan bagi muslimah yang satu aliran atau gerakan, yang beda aliran dan gerakan bukan akhwat. Tentu kita lebih setuju makna yang umum, bahwa setiap muslimah yang mentauhidkan Allah, adalah akhwat. Namun yang lebih dikenal banyak orang, akhwat adalah para muslimah aktifis dakwah yang biasanya berjilbab lebar. Demi Allah. Sungguh anggunnya para muslimah dengan hijab syar’ inya, melambai diterpa angin, memancarkan cahaya indah dari sebuah keimanan yang mantap. Ya, ke- istiqomah- an seorang muslimah untuk menjaga auratnya dengan jilbab yang syar’i adalah cermin keimanannya, setidaknya dalam hal berpakaian. Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar’i, dan sungguh tidak akan Allah memerintahkan sesuatu kepada hambanya kecuali itu adalah sebuah kebaikan. Namun sayang sungguh sayang. Sebagian akhwat yang berhijab syar’i belum menyadari esensi dari hijab yang dipakainya, yaitu untuk menjaga dirinya dari fitnah syahwat. Sebagian dari mereka hanya menganggap hijab syar’i hanya sekedar tuntutan berpakaian dari syari’at, atau ada pula yang hanya menganggapnya sebagai tuntutan mode, supaya terlihat anggun, terlihat cantik, keibuan, dll. Wa’ iyyadzubillah. Akhirnya ditemukanlah tipe muslimah yang saya sebut akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar’i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya. Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syariat. Padahal seharusnya merekalah (para akhwat) yang mendakwahkan bagaimana cara bergaul yang syar’i. Mungkin saja para akhwat genit ini belum tahu tentang tuntunan Islam dalam bergaul dengan lawan jenis. Ketahuilah, memang Allah Subhanallahu wa ta’ala telah mewajibkan ummat muslim berbuat baik dalam segala hal. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu” (HR. Muslim) Dan memang benar bahwa Allah telah memerintahkan hamba-Nya mempererat persaudaraan, ukhuwah sesama muslim, bersikap santun, sopan, banyak memuji. Namun perlu diperhatikan, hal-hal baik tersebut akan berbeda hukum dan akibatnya jika diterapkan kepada lawan jenis. Berkata manis, santun, mendayu-dayu, itu baik. Namun bila diterapkan kepada lawan jenis, bisa berbahaya. Menanyakan kabar kepada seorang kawan, itu baik. Namun bila sang kawan itu lawan jenis, bisa berbahaya. Sering memberi nasehat- nasehat kepada seorang kawan, itu baik. Namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Senyum dan menyapa saat berpapasan dengan kawan, itu baik. Namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Karena Allah Subhanallahu wa ta’ala telah berfirman yang artinya: “Dan katakanlah kepada perempuan- perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya” (QS. An-Nur : 24) Berbuat baik memang diperintahkan, namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis. Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang. Ciri-ciri akhwat genit : 1. Berpakaian yang mengundang pandangan Mungkin ia memakai jilbab lebar, gamis, namun jilbab dan busana muslimah yang dikenakannya dibuat sedemikian rupa agar menggoda pandangan para ikhwan. Warna yang mencolok, renda-renda, atau aksesoris lain yang membuat para pria jadi terpancing untuk memandang. 2. Senang dilihat Akhwat genit, senang sekali bila banyak dilihat oleh para ikhwan. Maka ia pun sering tampil di depan umum, sering mencari-cari perhatian para ikhwan, sering membuat sensasi-sensasi yang memancing perhatian para ikhwan dan suka berjalan melewati jalan yang terdapat para ikhwan berkumpul. 3. Kata-kata mesra yang Islami Seringkali akhwat-akhwat genit melontarkan ‘kata-kata mesra’ kepada para ikhawn. Tentu saja kata-kata mesra mereka berbeda dengan gayanya orang berpacaran, namun mereka menggunakan gaya bahasa Islami. “Jazakalloh yach akhi” “Akh, antum bisa saja dech” “Pak, jangan sampai telat makan lho, sesungguhnya Alloh menyukai hamba-Nya yang qowi” “Kaifa haluka akhi, minta tausiah dunks…” “Akh, besok syuro jam 9, jangan mpe telat lhoo..” 4. SMS tidak penting Biasanya akhwat-akhwat genit banyak beraksi lewat SMS. Karena aman, tidak ketahuan orang lain, bisa langsung dihapus. Ia sering SMS tidak penting, menanyakan kabar, mengecek shalat malam sang ikhwan, mengecek shaum sunnah, atau SMS hanya untuk mengatakan "Afwan" atau "Jazakallah." 5. Banyak bercanda Akhwat genit banyak bercanda dengan para ikhwan. Mereka pun saling tertawa tanpa takut terkena fitnah hati. Betapa banyak fitnah hati, VMJ, yang hanya berawal dari sebuah canda-mencandai. 6. Tidak khawatir berikhtilat Ada saat-saat di mana kita tidak bisa menghindari khalwat dan ikhtilat. Namun seharusnya saat berada pada kondisi tersebut seorang mukmin yang takut kepada Allah sepatutnya memiliki rasa khawatir berlama-lama di dalamnya, bukan malah enjoy dan menikmatinya. Demikian si akhwat genit. Saat terjadi ihktilat, akhwat genit tidak khawatir. Bukannya ingin cepat-cepat keluar dari kondisi tersebut, akhwat genit malah menikmatinya, berlama-lama, dan malah bercanda-ria dengan pada ikhwan laki-laki di sana. 7. Berbicara dengan nada Maksudnya berbicara dengan intonasi kata yang bernada, mendayu, atau agak mendesah, atau dengan gaya agak kekanak-kanakan, atau dengan gaya manja. Semua gaya bicara seperti ini dapat menimbulkan bekas pada hati laki-laki yang mendengarnya. Dan ketahuilah wahai muslimah, hal ini dilarang oleh syari'at. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang maruf." ( QS. Al Ahzab: 32) . Para ulama meng-qiyaskan ( menganalogikan) merendahkan suara untuk semua gaya bicara yang juga dapat menimbulkan penyakit hati pada lelaki yang mendengarnya. 8. Jilbab Berponi Dan Jilbab Setengah Tiang mungkin temen2 pd penasaran apaan sih jilbab berponi? itu tuh orang yg pake kerudung tp ga pake daleman kerudung dan poninya dikeluarin, (gambarnya ga ada sih, lagian ntar malah bikin dosa para ikhwan Nyengir) malah ada yg poninya di cat merah jd persis kaya anak kecil yg hobby maen layangan jd rambutnya merah, dan itu dgn sengaja diperlihatkan. .. selain itu jilbab setengah tiang, inget ga dulu aku pernah ngomong masalah celana jeans setengah tiang? nah ini ada lagi jilbab setengah tiang, jilbab yg leher dan separuh dadanya msh terlihat dan jilbab yg antara rambut (rambut bagian belakang) sama jilbabnya panjangan rambutnya jd jilbabnya cuma nutupin setengah dr rambutnya. dan kebanyakan rambutnya kan lurus (entah lurus asli atau hsl rebonding pake setrika) itu dia ko sekarang makin banyak ya aku liat di lingkunganku padahal udah banyak terpampang ttg kriteria busana muslimah tp makin kesini ko malah makin banyak... Maka mari sama-sama kita perbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh syariat. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah cobaan syahwat, yaitu yang berasal dari wanita: ” Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki- laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (HR. Muslim) " Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan ( tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS. Al Hadiid: 22) ~~Sugianto Parjan Dua~~

♥☀ Jilbab, Apa Masalah? ♥☀

♥☀ Jilbab, Apa Masalah? ♥☀ "Elly, pasti cantik kalo nggak pake jilbab. Kalau pakai jilbab itu ketutup semua. Kapan Bapak Bisa lihat rambut Elly? Kenapa tidak dilepas saja?" Ada apa dengan Jilbab? GUBRAAAAKKKKKKK!!! What? Pertanyaan macam apa ini? Biasanya, "Sudah selesai laporannya, El? Mana yang harus Bapak tanda tangani, El? Apa jadwal Bapak hari ini?" Tapi hari ini, kenapa pertanyaannya men...yangkut penampilanku. Memang nyadar sih sekretarisnya yang dulu tidak memakai jilbab, beda denganku. Tetapi apa bedanya? Toh, sama-sama bisa menyelesaikan tugas, sama-sama bisa kerja, tapi ada apa dengan jilbabku? Ada apa dengan cantik? Dari awal, ia sudah tahu kalau aku berjilbab, tapi kenapa setelah setahun aku bekerja dipermasalahkan? Toh, aku masih bisa tampil rapi, beberapa tamunya juga bilang begitu, dan istrinya juga senang dengan penampilanku, katanya lebih santun. Jadi apa masalahnya? Oh, apa sih yang lelaki pikir tentang wanita berjilbab, JELEK yah? "Kamu, pakai jilbab sih. Itu kenapa kamu jarang ikut ke mana-mana bapak rapat, apalagi rapat dengan pemerintah daerah," jelas supir pribadinya pada suatu hari. Jadi, maksudnya apa? Aku bekerja bukan untuk dipamer-pamerin, apa masalah dengan jilbabku? Jika memang keberatan dengan pakaian yang aku kenakan, aku siap untuk digantikan. Jilbab bukan penghalang untuk menyelesaikan kerja, bukan juga sebagai jaminan kualitas kecantikan. Aku akan tetap seperti ini, tak peduli cantik atau tidak. Bagiku, ini adalah pakaian teryaman yang pernah kupakai setelah mengenakannya sejak 4 tahun lalu. _oOo_ Berkibarlah Jilbabku lambang suci indah mempesona di seluruh perhiasan dunia kau tetap pujaan jiwa siapa berani meremehkan engkau seluruh alam semetsa akan membela sang jilbabku tercinta tetaplah bersamaku selama-lamanya Elly Kartika Sari kotasantri.com

kenapa hari ini tidak kau berikan gelas itu?


Kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu ? Pernah suatu hari Rasulullah SAW pulang dari perjalanan jihad fisabilillah. Beliau pulang diiringi para sahabat. Di depan pintu gerbang kota Madinah nampak Aisyah r.a sudah menunggu dengan penuh kangen. Rasa rindu kepada Rasulullah SAW sudah sangat terasa. Akhirnya Rasulullah SAW tiba juga ditengah kota Madinah. Aisyah r.a dengan sukacita menyamb...ut kedatangan suami tercinta. Tiba Rasulullah SAW dirumah dan beristirahat melepas lelah. Aisyah dibelakang rumah sibuk membuat minuman untuk Sang suami. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah SAW. Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut tiba tiba Aisyah berkata “ Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”. Rasulullah SAW diam dan hendak melanjutkan meminum habis air digelas itu. Dan Aisyah bertanya lagi, Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”Akhirnya Rasulullah SAW memberikan sebagian air yang tersisa di gelas itu Aisyah r.a meminum air itu dan ia langsung kaget terus memuntahkan air itu.Ternyata air itu terasa asin bukan manis. Aisyah baru tersadar bahwa minuman yang ia buat dicampur dengan garam bukan gula. Kemudian Aisyah r.a langsung meminta maaf kepada Rasulullah. Itulah sebagian dari banyaknya kemuliaan akhlak Rasulullah SAW. Dia memaklumi kesalahan yang dilakukan oleh istrinya, tidak memarahinya atau menasihatinya dengan kasar. Rasulullah SAW memberi kita teladan bahwasanya akhlak yang mulia bisa kita mulai dari lingkungan terdekat dengan kita. Sebuah hadits menyebutkan, “ Lelaki yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya kepada istrinya”. Semoga kita diberi taufik untuk bisa meneladani akhlak Rasulullah SAW. Aamiin ya Rabbal’alamiin.

~~*~~MUSLIMAH CANTIK BERMAHKOTA RASA MALU


‎~~*~~ MUSLIMAH CANTIK,BERMAHKOTA RASA MALU ~~*~~ “Muslimah cantik, menjadikan malu sebagai mahkota kemuliaannya…” (SMS dari seorang sahabat Membaca SMS di atas, mungkin pada sebagian orang menganggap biasa saja, sekedar sebait kalimat puitis. Namun ketika kita mau untuk merenunginya, sungguh terdapat makna yang begitu dalam. Ketika kita menyadari fitrah kita tercipta sebagai wanita, mahkluk te...rindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pada kita, maka inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita. Namun sayang, banyak sebagian dari kita—kaum wanita—yang tidak menyadari betapa berharganya dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu, sementara Allah telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan) Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain, الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر “Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi) Begitu jelas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memberikan teladan pada kita, bahwasanya rasa malu adalah identitas akhlaq Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman dan sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan. Namun sayang, di zaman ini rasa malu pada wanita telah pudar, sehingga hakikat penciptaan wanita—yang seharusnya—menjadi perhiasan dunia dengan keshalihahannya, menjadi tak lagi bermakna. Di zaman ini wanita hanya dijadikan objek kesenangan nafsu. Hal seperti ini karena perilaku wanita itu sendiri yang seringkali berbangga diri dengan mengatasnamakan emansipasi, mereka meninggalkan rasa malu untuk bersaing dengan kaum pria. Allah telah menetapkan fitrah wanita dan pria dengan perbedaan yang sangat signifikan. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam akal dan tingkah laku. Bahkan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 228 yang artinya; ‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang sepatutnya’, Allah telah menetapkan hak bagi wanita sebagaimana mestinya. Tidak sekedar kewajiban yang dibebankan, namun hak wanita pun Allah sangat memperhatikan dengan menyesuaikan fitrah wanita itu sendiri. Sehingga ketika para wanita menyadari fitrahnya, maka dia akan paham bahwasanya rasa malu pun itu menjadi hak baginya. Setiap wanita, terlebih seorang muslimah, berhak menyandang rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya. Sayangnya, hanya sedikit wanita yang menyadari hal ini… Di zaman ini justeru banyak wanita yang memilih mendapatkan mahkota ‘kehormatan’ dari ajang kontes-kontes yang mengekspos kecantikan para wanita. Tidak hanya sebatas kecantikan wajah, tapi juga kecantikan tubuh diobral demi sebuah mahkota ‘kehormatan’ yang terbuat dari emas permata. Para wanita berlomba-lomba mengikuti audisi putri-putri kecantikan, dari tingkat lokal sampai tingkat internasional. Hanya demi sebuah mahkota dari emas permata dan gelar ‘Miss Universe’ atau sejenisnya, mereka rela menelanjangi dirinya sekaligus menanggalkan rasa malu sebagai sebaik-baik mahkota di dirinya. Naudzubillah min dzaliik… Apakah mereka tidak menyadari, kelak di hari tuanya ketika kecantikan fisik sudah memudar, atau bahkan ketika jasad telah menyatu dengan tanah, apakah yang bisa dibanggakan dari kecantikan itu? Ketika telah berada di alam kubur dan bertemu dengan malaikat yang akan bertanya tentang amal ibadah kita selama di dunia dengan penuh rasa malu karena telah menanggalkan mahkota kemuliaan yang hakiki semasa di dunia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128) Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/191) Dalam sebuah kisah, ‘Aisyah radhiyyallahu ‘anha pernah didatangi wanita-wanita dari Bani Tamim dengan pakaian tipis, kemudian beliau berkata, إن كنتن مؤمنات فليس هذا بلباس المؤمنات وإن كنتن غير مؤمنات فتمتعينه “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.” (disebutkan dalam Ghoyatul Marom (198). Syaikh Al Albani mengatakan, “Aku belum meneliti ulang sanadnya”) Betapa pun Allah ketika menetapkan hijab yang sempurna bagi kaum wanita, itu adalah sebuah penjagaan tersendiri dari Allah kepada kita—kaum wanita—terhadap mahkota yang ada pada diri kita. Namun kenapa ketika Allah sendiri telah memberikan perlindungan kepada kita, justeru kita sendiri yang berlepas diri dari penjagaan itu sehingga mahkota kemuliaan kita pun hilang di telan zaman? فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ “Nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13) Wahai, muslimah… Peliharalah rasa malu itu pada diri kita, sebagai sebaik-baik perhiasan kita sebagai wanita yang mulia dan dimuliakan. Sungguh, rasa malu itu lebih berharga jika kau bandingkan dengan mahkota yang terbuat dari emas permata, namun untuk mendapatkan (mahkota emas permata itu), kau harus menelanjangi dirimu di depan public. Wahai saudariku muslimah… Kembalilah ke jalan Rabb-mu dengan sepenuh kemuliaan, dengan rasa malu dikarenakan keimananmu pada Rabb-mu… Jogja, Jumadil Ula 1431 H Penulis: Ummu Hasan ‘Abdillah Muroja’ah: Ust. Muhammad Abduh Tuasikal Referensi: Yaa Binti; Ali Ath-Thanthawi Al Hijab; I’dad Darul Qasim ~~**~~ Salam uhibbukum fillah Sugiarti Faiza Fadhilah ~~**~~

*::* Menjadi Muslimah Bahagia Sepanjang Masa *::* 3. Pendamping setia suaminya هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ



“Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu”. (Al-Baqoroh:187)

Seorang laki-laki lebih cenderung menggunakan akalnya di dalam mengatur urusan keluarga. Adapun seorang Wanita lebih cenderung menggunakan perasaannya di dalam mengatur semua permasalahannya, termasuk mengatur masalah urusan rumah tangga. Wanita yang mencintai suaminya dan yang subur keturunannya, maka itulah Wanita yang didambakan, karena rasa cinta, kasih sayang yang ada pada diri seorang Wanita dalam mengelola rumah tangga adalah salah satu bentuk rahmat yang nantinya akan dapat mengarahkan anak ke jenjang yang lebih baik. Dan adanya anak di suatu rumah itu tidak lain adalah benar-benar sebagai pengobatan hubungan yang mulia yang mengikat antara suami dan Wanita.

Sesungguhnya keberadaan seorang anak pada setiap tahapan dari beberapa tahapan yang dijalani suami Wanita adalah sebagai penguat unsur-unsur yang mengikat di antara keduanya (suami Wanita) dan sebagai pembaharu ikatan yang merajut antara mereka berdua.

Dan setiap kali bertambahnya rasa cinta dan penghormatan di antara mereka berdua, maka hubungan tersebut akan semakin bertambah (kuat) sehingga menjadi pasangan yang sejati.

Sehingga akhirnya sang Wanita menjadi pendamping setia bagi sang suami di dalam mengarungi bahtera kehidupannya yang panjang, dan dia menjadi tempat mencurahkan rahasia sang suami. Karena manusia secara tabiatnya mencari teman yang baik dan dekat untuk membuka semua rahasianya dengan berterus-terang.

Kelanggengan hubungan suami Wanita yang selalu diiringi rasa cinta, menuntut seorang Wanita untuk melakukan pekerjaan yang begitu banyak, baik yang berkaitan dengan materi maupun ma’nawi. Di antaranya yaitu:

1. Menertibkan dan mengatur rumahnya dengan suatu cara yang memuaskannya, tetapi wajib pula baginya untuk meminta pendapat/perhatian dari suaminya, dan jika suaminya menyetujui, maka itulah yang diharapkan.

2. Wajib bagi Wanita untuk berusaha sekuat tenaga untuk lebih proporsional di dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dan tidak mempersoalkan kekurangan-kekurangan yang ada pada suaminya. Wajib baginya untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan ini dengan cara tidak memberitahukan kepada suaminya. Maka seandainya seorang suami tidak memperhatikan dalam meletakkan pakaian pada tempat yang semestinya dan dia meletakkan pakaian-pakaian tersebut di atas kursi dan sofa, maka mau tidak mau sang Wanita dituntut untuk mengambil dan meletakkan pada tempatnya yang sekiranya tempat tersebut dapat menjaga keindahan/keserasiannya. Bila kebiasaan itu telah terjadi dan Wanita sedang dalam keadaan sakit, maka sang suami merasakan kesusahan, dia akan berusaha untuk menggantikan posisi sang Wanita dalam mengurus rumahnya, dia akan meletakkan pakaian pada tempat yang semestinya dan mulai dari sanalah dia akan melaksanankan kebiasaan yang baik tersebut.

3. Sang Wanita wajib merasa bahwa dia adalah suaminya dengan tujuan untuk saling melengkapi antara yang satu dengan yang lain, maka sang Wanita dituntut lebih mempersembahkan rasa cinta dan kasih sayang dan begitu pula sang suami harus berkorban dengan jiwa dengan penuh tanggung jawab, keperkasaan dan keberaniannya.

4. Jika keduanya sudah sampai pada perasaan yang sedemikian rupa, menyadari mereka sebagai dua jenis yang saling memahami dan saling melengkapi antara yang satu dengan yang lainnya, maka mereka berdua akan hidup bahagia sepanjang hayatnya.

5. Seorang Wanita wajib setia, tidak egois seperti halnya dia seharusnya tidak menuntut macam-macam kepada suami, seperti membebani suami dari berbagai segi, baik itu berupa materi maupun ma’nawi. Sebagai contoh jika suaminya seorang pegawai dan dia tahu gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, maka hendaklah ia tidak meminta beberapa permintaan berat yang dapat menyusahkannya, sehingga terkadang seorang suami mengadu kepada salah seorang temannya untuk meminjam uang agar dia tidak diketahui kekurangannya oleh sang Wanita.

6. Seorang Wanita wajib menghilangkan tabir penghalang yang ada pada mereka berdua, sekiranya keduanya menjadi sebuah lembaran kertas yang putih di hadapan yang lain, mengungkapkan perasaan kepadanya dalam menghadapi semua masalah yang ada, dan sesungguhnya jiwa keterbukaan yang ada pada mereka berdua itu dapat menenangkannya dan dapat membersihkan setiap keduanya di hadapan yang lain dengan penuh kebebasan dan penuh kemerdekaan.

*::* Menjadi Muslimah Bahagia Sepanjang Masa *::*

RAMBUT sehat, indah, berkilau, tentu sudah menjadi dambaan tiap wanita. Bukan hanya wanita yang tak berjilbab saja, wanita berjilbab pun sangat menginginkannya.

Banyak orang mengatakan rambut adalah mahkota wanita, tidak sedikit wanita rela merogoh koceknya untuk melakukan perawatan di salon demi mendapatkan rambut yang sesuai keinginan. Bahkan atas nama kecantikan, wanita rela melepas hijabnya dan merubah dandanan rambut agar terlihat funky.

Sebagai muslimah, kita tidaklah dapat disamakan dengan wanita yang tidak menutupi rambutnya dengan hijab. Muslimah tidak butuh pujian kecantikan dari orang lain, tidak rela aurat yang menjadi kebanggaannya itu dilihat oleh sembarang orang secara serampangan. Ibarat mutiara, izzah itu mahal dan hanya orang yang berhak saja yang boleh melihatnya. Hanya butuh ridha Allah dan mendamba surga tujuan para muslimah.

Ada mitos-mitos yang berkembang di masyarakat tentang seputar akibat buruk kerusakan rambut karena jilbab, antara lain;

1. rambut jadi kusam

2. rambut jadi lepek

3. rambut jadi rapuh dan mudah patah juga rontok akibat sering diikat

4. rambut jadi bercabang karena terlalu lama tertutupi kerudung

…Ada mitos yang berkembang di masyarakat tentang seputar akibat buruk kerusakan rambut karena jilbab, antara lain: rambut jadi kusam, lepek, rapuh, mudah patah dan rontok…

Sebenarnya, rambut tanpa kerudung pun akan bisa mengalami kerusakan seperti yang disebutkan di atas jika tidak pernah dilakukan perawatan yang benar. Ada cara sederhana agar rambut anda tetap sehat dan berkilau bagi wanita berkerudung, beberapa yang harus diperhatikan adalah:

1. Cuci rambut anda tiap selesai beraktivitas yang mengeluarkan keringat, tiap hari dengan menggunakan shampoo yang sesuai dengan jenis rambut anda.

2. Lakukan perawatan sederhana di rumah dengan menggunakan minyak cem-ceman seminggu 2 atau tiga kali yang dijual di pasaran bebas, atau gunakan VCO (virgin coconut Oil) yang anda buat sendiri untuk hasil lebih baik. VCO mempunyai banyak manfaat yang antara lain mampu mempertahankan kehitaman rambut dan mencegah penuaan dini. Minyak cem-ceman dioleskan pada kulit kepala dan rambut satu jam sebelum keramas, pijat secara pelan dan lembut beberapa menit. Biarkan minimal satu jam lalu cuci rambut hingga bersih.

3. Gunakan kondisioner untuk melembutkan rambut setelah keramas.

4. Lakukan cream bath sendiri di rumah sedikitnya satu minggu satu kali, setelah dipijat dengan menggunakan

Obat cream bath, bungkus rambut dengan handuk yang dicelupkan ke air panas selama 10 sampai 15 menit.

Selain itu, ada beberapa hal yang perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Gunakan hair tonic jika rambut anda mengalami kerontokan yang akut.

2. Hindari penggunaan pengering rambut

3. Hindari menggunakan kerudung yang berlapis-lapis

4. Hindari berkerudung saat rambut masih basah

…Anda bisa melakukan perawatan sederhana di atas di rumah, tanpa perlu membuang banyak uang di salon…

Anda bisa melakukan perawatan sederhana di atas di rumah, tanpa perlu membuang banyak uang di salon, dapatkan hasil rambut anda yang sehat, indah bercahaya, tanpa harus terpengaruh opini orang-orang yang ingin mengajak anda ke neraka dengan cara menanggalkan jilbab.

Tips Merawat dan Mempercantik Rambut Bagi Muslimah Jilbaber

RAMBUT sehat, indah, berkilau, tentu sudah menjadi dambaan tiap wanita. Bukan hanya wanita yang tak berjilbab saja, wanita berjilbab pun sangat menginginkannya. Banyak orang mengatakan rambut adalah mahkota wanita, tidak sedikit wanita rela merogoh koceknya untuk melakukan perawatan di salon demi mendapatkan rambut yang sesuai keinginan. Bahkan atas nama kecantikan, wanita rela melepas hijabnya d...an merubah dandanan rambut agar terlihat funky. Sebagai muslimah, kita tidaklah dapat disamakan dengan wanita yang tidak menutupi rambutnya dengan hijab. Muslimah tidak butuh pujian kecantikan dari orang lain, tidak rela aurat yang menjadi kebanggaannya itu dilihat oleh sembarang orang secara serampangan. Ibarat mutiara, izzah itu mahal dan hanya orang yang berhak saja yang boleh melihatnya. Hanya butuh ridha Allah dan mendamba surga tujuan para muslimah. Ada mitos-mitos yang berkembang di masyarakat tentang seputar akibat buruk kerusakan rambut karena jilbab, antara lain; 1. rambut jadi kusam 2. rambut jadi lepek 3. rambut jadi rapuh dan mudah patah juga rontok akibat sering diikat 4. rambut jadi bercabang karena terlalu lama tertutupi kerudung …Ada mitos yang berkembang di masyarakat tentang seputar akibat buruk kerusakan rambut karena jilbab, antara lain: rambut jadi kusam, lepek, rapuh, mudah patah dan rontok… Sebenarnya, rambut tanpa kerudung pun akan bisa mengalami kerusakan seperti yang disebutkan di atas jika tidak pernah dilakukan perawatan yang benar. Ada cara sederhana agar rambut anda tetap sehat dan berkilau bagi wanita berkerudung, beberapa yang harus diperhatikan adalah: 1. Cuci rambut anda tiap selesai beraktivitas yang mengeluarkan keringat, tiap hari dengan menggunakan shampoo yang sesuai dengan jenis rambut anda. 2. Lakukan perawatan sederhana di rumah dengan menggunakan minyak cem-ceman seminggu 2 atau tiga kali yang dijual di pasaran bebas, atau gunakan VCO (virgin coconut Oil) yang anda buat sendiri untuk hasil lebih baik. VCO mempunyai banyak manfaat yang antara lain mampu mempertahankan kehitaman rambut dan mencegah penuaan dini. Minyak cem-ceman dioleskan pada kulit kepala dan rambut satu jam sebelum keramas, pijat secara pelan dan lembut beberapa menit. Biarkan minimal satu jam lalu cuci rambut hingga bersih. 3. Gunakan kondisioner untuk melembutkan rambut setelah keramas. 4. Lakukan cream bath sendiri di rumah sedikitnya satu minggu satu kali, setelah dipijat dengan menggunakan Obat cream bath, bungkus rambut dengan handuk yang dicelupkan ke air panas selama 10 sampai 15 menit. Selain itu, ada beberapa hal yang perhatikan hal-hal berikut ini: 1. Gunakan hair tonic jika rambut anda mengalami kerontokan yang akut. 2. Hindari penggunaan pengering rambut 3. Hindari menggunakan kerudung yang berlapis-lapis 4. Hindari berkerudung saat rambut masih basah …Anda bisa melakukan perawatan sederhana di atas di rumah, tanpa perlu membuang banyak uang di salon… Anda bisa melakukan perawatan sederhana di atas di rumah, tanpa perlu membuang banyak uang di salon, dapatkan hasil rambut anda yang sehat, indah bercahaya, tanpa harus terpengaruh opini orang-orang yang ingin mengajak anda ke neraka dengan cara menanggalkan jilbab.

~*:. Dari Dapur,Wanita Menuju Syurga .:*~

Salah satu pesan orang tua kepada para anak perempuannya adalah " Cinta suami berawal dari perut". Ketelatenan seorang wanita dalam memberikan hidangan yang memanjakan lidah bagi suaminya, ternyata memang tidak hanya berhasil memikat kasih sayang dan perhatiannya, namun juga terbukti berhasil menghidangkan kebahagiaan bagi rumah tangga mereka. Betapa tidak, suami mana yang tidak akan damai melihat... sang istri begitu serius merawat dan melayaninya, serta perduli pada hal terinci termasuk pada jam makannya. Bagi suami yang sangat pintar menghargai, hal ini membuat kekurangan wanita yang menjadi istrinya seolah termaklumi oleh perbuatannya merawat dan menjaga cita rasa lidah sang suami.Dan tentunya bagi si istri, kebahagiaan sudah pasti dituainya karena kesenangan dan ridho suami memanglah menjadi tujuan akhir dari perjuangan wanita muslimah. Maka, betapa disayangkan jika masih ada beberapa orang yang berpikir bahwa dapur bukanlah tempat wanita modern dalam `berkarir`. Bahkan sebagian dari mereka dengan ikhlasnya berbagi pahala dengan para pembantu bahkan menyerahkan semuanya kepada pembantu. Beribu alasan kesibukan dan ketidakmampuan diberikannya, termasuk alasan bahwa jaman sekarang pekerjaan rumah hanya menghambat perkembangan kreatifitas wanita. Hanya orang- orang yang belum mengerti kedamaian sebuah melayani, yang akan berpikiran bahwa pekerjaan dapur hanya merendahkan wanita. Begitulah pendapat kebanyakan mereka, biasanya didapur, masa depan wanita...tamat. Namun hal ini berbeda dengan pikiran para wanita yang menjunjung tinggi sebuah keikhlasan. Melayani bukan berarti memasrahkan diri menjadi pelayan. Melayani berarti meninggkatkan derajat diri, dari yang semula hanya berpikir tentang diri sendiri, dengan usaha yang keras dia tanggalkan ego untuk membahagiakan orang lain. MasyaAllah, ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tapi juga tidak mustahil dijalankan. Wanita ajaib seperti apa yang dapat berbuat seperti ini, kecuali akan menjadi berkah bagi pasangannya. Betapapun pekerjaan rumah begitu beratnya, betapapun banyak kesibukan diluar yang menyita waktu mereka, namun seorang wanita sholehah akan tetap memfokuskan bahwa keluarga adalah nomor satu, dan karena memang itulah tanggung jawab sesungguhnya,baginya, dari Allah sang maha penguasa. Pikirannya akan dengan sadar menggiringnya untuk selalu menyempatkan waktu menyiapkan apa yang dia bisa hidangkan untuk suami tercinta. Selanjutnya, pahala baginyapun akan mengalir dengan deras dan tiket untuk masuk ke dalam surga Allah insyaallah akan digenggaman. Memang masih banyak cara untuk membahagiakan suami kita selain dengan memasakkan makanan kesenangan beliaunya. Namun, adakah cara yang lebih indah untuk memenuhi selera makan mereka selain dengan memenuhinya dengan tangan kita sendiri. Pastilah sebuah kebanggaan bagi kita dapat merawat suami sebagai bagian dari amanah kita yang kita lakukan dengan tangan kita sendiri, dan menjadikan kita pribadi yang dapat dipercaya dalam menjaga amanah. Maka jangan pernah menyepelekan titipan Allah, dan jangan menunggu sampai titipan itu diambil Allah barulah kita menyadari kekeliruan kita. Maka sebaiknya kita mulai menumbuhkan rasa malu, saat mengetahui bahwa sang suami cenderung menyukai penganan di luar dan atau buatan orang lain. Manfaatkan waktu sebaik mungkin belajar, karena sungguh Allah menyediakan surga bagi hambanya yang bersungguh- sungguh dalam belajar. Siapapun anda, apapun kedudukan dan pekerjaan serta kesibukan saat ini, jangan pernah menganggap remeh hasil karya yang terolah dengan tangan kasih sayang anda dari sebuah ruangan kecil yang bernama dapur. kebahagiaan suami, perhatian dan kasih sayangnya dapat anda ikat dari sana. so, mengapa tidak buru- buru memulainya sekarang?. Selamat berburu pahala...