Jumat, 14 Oktober 2011
MUSLIHAT IBLIS.,,, bingung,,,
BismillahirRohmaanirRohiim ... Assalamu'alaikum Warahmatulahi
Wabarakatuh ... Seperti inilah kira-kira iblis memperdaya kita........
Dalam suatu Konferensi iblis, syaitan dan jin, dikatakan: “Kita tidak
dapat melarang kaum muslim ke Mesjid”, “Kita tidak dapat melarang mereka
membaca Al-Qur’an dan mencari kebenaran”, “Bahkan kita tidak dapat
melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka All...ah
dan Pembawa risalahNya Muhammad”, “Pada saat mereka melakukan hubungan
dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh.” “Oleh sebab itu,
biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan
kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi
punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah”. “Inilah yang
akan kita lakukan,” kata iblis. ”Alihkan perhatian mereka dari usaha
meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya
sepanjang hari!”. “Bagaimana kami melakukannya?” tanya para hadirin
yaitu iblis, syaitan, dan jin. Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak
penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan
fikiran mereka,” Jawab sang iblis “Rayu mereka agar suka BELANJA,
BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG”. “Bujuk
para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami
bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 – 12 jam seminggu, sehingga
mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong.” “Jangan biarkan mereka
menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.” “Jika keluarga mereka
mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah
tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja”. “Dorong terus
cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di
rumah.” “Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka
berkendaraan”. “Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di
rumah. Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran
maupun toko2 di dunia ini.” “Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka
dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya” “Penuhi meja-meja
rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid”. “Cekoki mereka dengan
berbagai berita dan gosip serta infotainment selama 24 jam sehari”.
“Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan”. “Banjiri kotak
surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog,
undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan. “Muat gambaran
wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di
majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN
itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik
lagi pada istri-istri mereka” “Buatlah para istri menjadi sangat letih
pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala”. “Jika para istri
tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai
mencari di luaran”. “Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah
keluarga” “Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan
mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat.” “Sibukkan
mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah
menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, dugem
, fitness, mall , pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop.”
“Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK.” “Perhatikan, jika
mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan
tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.
“Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat
mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah.” “Dan Dengan
segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan
keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin
Allah).” “PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL.” “RENCANA YANG BAGUS.” Iblis,
syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas
MEMBUAT MUSLIM MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG
HURA-HURA”. “Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang
Pencipta.” “Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling
mengingatkan akan Allah dan RasulNya”. Sekarang pertanyaan saya adalah,
“APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL???” ANDALAH YANG MENENTUKAN!!! “
Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum , kecuali kaum itu sendiri
yang menentukan “ Wallahu'alam bish Showabb.
~**Arti Cinta Sejati**
ღ*SEJUTA ALASAN CINTA (Aku Ingin MenCintaimu Karena ALLOH)*ღ
ღ*SEJUTA ALASAN CINTA (Aku Ingin MenCintaimu Karena ALLOH)*ღ
oleh Wahai Calon Imamku,Jemput Aku Menjadi Bidadarimu pada 22 Agustus
2011 jam 2:48 (´'`v´'`) `•.¸.•´ ღ☆ღبِسْــــــ...ــــــــمِ اللهِ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم ღ☆ღ .¸.•´¸.•*¨) (¸.•´ (¸.•´ ♥*SEJUTA ALASAN
CINTA*♥ ♫•*¨*•.¸ﷲ¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ*¨*¤.¸
¸::♥::♥.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*♥♫•*¨*•♫ ღ☆ღ*♥♫•*¨*•♫ ♥♥`*•.¸¸.•*♥♥`*•.¸¸.•* ♥♥`*•.¸¸.•* ♥♥...`*•.¸¸.•♥♥``*•.¸¸.•
♥♥` Jika aku mencintaimu kerana sifatmu yang ceria, Menjadi
semangat yang menyala dalam hatiku, Kemudian aku bertanyakan diri
sendiri, Bila keceriaan itu kelam dirundum duka, Seberapa muram
cintaku padamu akan ada? Jika aku mencintaimu kerana
kecantikanmu, Meredupkan pandangan di mataku, Kemudian aku bertanyakan
diri sendiri, Saat kecantikan itu memudar ditempuh usia, Seberapa
pudarkah kelak cintaku padamu? Jika aku mencintaimu kerana
keramahanmu, Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu, Kemudian aku
bertanyakan diri sendiri, Kiranya keramahan itu tertutup kabut
prasangka, Seberapa mampu cintaku memendam praduga? Jika aku
mencintaimu kerana cerdasnya dirimu, Membuatku yakin pada setiap
pekerjaanmu, Kemudian aku bertanyakan diri sendiri, Tika kecerdasan
itu hilang meniti usia, Seberapa bijak cintaku untuk tetap bersamamu?
Jika aku mencintaimu kerana sifat berdikari yang kau miliki,
Menyematkan rasa banggaku padamu, Kemudian aku bertanyakan diri
sendiri, Di saat sifatmu yang manja menjengah, Seberapa besar cintaku
padamu untuk dibanggakan? Jika aku mencintaimu kerana sifat
egomu, Menambatkan rasa kagumku pada utuhnya pertahananmu, Kemudian
aku bertanyakan diri sendiri, Andai tembok keegoaan itu berjaya
kuruntuhkan, Seberapa kuat cintaku yang tinggal? Jika aku
mencintaimu kerana pengertian yang kau berikan, Menumbuhkan ketenangan
dengan kepercayaan yang kau tanam, Kemudian aku bertanyakan diri
sendiri, Kelak pengertian itu ditelan ego sesaat, Seberapa banyak
mampu ku mengerti cinta ini? Jika aku mencintaimu kerana
luasnya kesabaranmu, Menambah dalamnya rasa cinta semakin ku
mengenalmu, Kemudian aku bertanyakan diri sendiri, Mungkin kesabaran
itu mencapai batasnya suatu hari nanti, Seberapa besarkah cintaku mampu
memaafkan? Jika aku mencintaimu kerana keteguhan imanmu,
Bagai siraj yang benderang mengantarkan cahaya, Kemudian aku
bertanyakan diri sendiri, Kala iman itu jatuh merundum, Seberapa
berkurang akhirnya cintaku padamu? Jika aku mencintaimu kerana
engkau yang telah kupilih sebagai cintaku, Yang kan kupegang sepanjang
hayat, Kemudian aku bertanyakan diri sendiri, Saat hati ini
tergoncang, Seberapa mantapkah cinta ini untuk tetap setia?
Biarpun sejuta alasan, Tetap tidak mungkin cukup, Membuat cintaku
tetap bersamamu, Melainkan jika aku mencintaimu kerana Ilahi, Kerana
Dia kan selalu ada, Untuk menjaga keutuhan cinta ini, Hingga kelak ku
tak mampu lagi mencintaimu, Kerana cintaku… berpulang padaNya. Ya
Rabb, Ku titipkan cintaku pada’Mu untuknya, resapkan rinduku pada
rindunya, mekarkan cintaku bersama cintanya, satukan hidupku dan
hidupnya dalam cintamu... *SeSungguh'y Ku Mencntainya Karena
Cinta’Mu* _____(_)________________(_)___ __ ___(_)§§(_)___________(_)§§(_) ___ __(_)§§§§§(_)_______(_)§§§§§(_ )__ __(_)§§§§§§§(_)_ __(_)§§§§§§§(_)__ ___(_)§§§§§§(_)_§_(_)§§§§§§(_) ___ ____(_)§(_)§§§§§§§§§§§(_)§(_)_ ___ ___(_)§§§§(_)§§§§§§§(_)§§§§(_) ___ ___(_)§§§§§§(_)§§§(_)§§§§§§(_) ___ ____(_)§§§§§§(_)§(_)§§§§§§(_)_ ___ _____(_)§§§§§§§(_)§§§§§§(_)___ __ _______(_)§§§§§§§§§§§(_)______ __ _________(_)§§§§§§§(_)________ __ ___________(_)§§§(_)__________ __ ____________(_)§(_)___________ __ *Wahai Calon Imamku,Aku MenCintaimu Karena ALLOH* ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨* •.¸¸ﷲ¸¸.•**•♫
(´'`v´'`) `•.¸.•´♫" ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸By: hamba ﷲ ¸¸.•*¨*•♫ " .¸.•´¸.•*¨)
Semoga bermanfa'at,InsyaALLOH.... (¸.•´ (¸.•´ ♥♥SALAM UHIBBUKUM FILLAH ♥
Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥♫♥♫ ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥::♥: :♥::♥::♥::♥::♥::♥::♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ ¸¸.•*¨*•♫
Bahaya Pacaran (khalwat) Terbongkar Oleh Riset Ilmiah
Bahaya Pacaran (khalwat) Terbongkar Oleh Riset Ilmiah بسم الله الرحمن
الرحيم Kebohongan Pelaku Pacaran (khalwat) Terbongkar Oleh Riset Ilmiah
Perintah untuk tidak berkhalwat (berdua-duaan) antara seorang pria dan
wanita yang bukan mahram selama ini dipatuhi seorang mukmin sebagai
ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi, jarang dari kita yang
mengetahui alasan ilmiah di balik perintah itu. ...
Kenapa hal tersebut dilarang dan dianggap berbahaya oleh syariat Islam?
Bagian tubuh kita yang mana yang ternyata berpengaruh terhadap kondisi
berdua duaan tersebut? Baru-baru ini, sebuah riset ilmiah membuktikan
sendiri tentang bahaya berdua duaan. Para peneliti di Universitas
Valencia menegaskan bahwa seorang laki laki yang berduaan dengan seorang
wanita menjadi pemicu utama naiknya sekresi hormon kortisol. Kortisol
adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya tegangan dalam tubuh.
Meskipun subjek penelitian (seorang laki laki) yang diuji coba hanya
dengan mengkhayalkan tentang seorang wanita dalam sebuah simulasi
penelitian. Namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari
mengeluarkan hormon tersebut. "Cukup anda duduk selama lima menit
dengan seorang wanita. Dan anda akan membuktikan jika peningkatan hormon
anda dalam proporsi tinggi betul betul nyata," inilah temuan studi
ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph! Para ilmuwan
mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna
untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi
yang rendah, namun jika meningkatnya hormon dalam tubuh dan berulang
terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan
meningkatnya............NAFSU SEKSUAL. Bentuk yang menyerupai alat
proses hormon penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tegangan yang
tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berduaan dengan lawan
jenis (bukan mahram), dan tegangan tersebut akan terus meningkat pada
saat wanitanya memiliki daya tarik lebih besar! Para peneliti
mengatakan bahwa ketika ada lawan jenis disekitar pria, sang pria
kemungkinan besar membayangkan bagaimana mulai membangun hubungan dengan
sang wanita. Dan dalam penelitian lain, para ilmuwan menekankan bahwa
situasi ini jika diulang (artinya jika keadaan seperti itu dibiarkan),
bukan cuma mustahil akan bermunculan berbagai penyakit kronis, masalah
psikologis dan kehancuran moral yang teramat parah tingkatnya, tetapi
sudah memasuki hal yang PASTI. Inilah juga sebabnya Rosulullah saw
berulang ulang mengingatkan kita agar berhati hati terhadap wanita,
bahwa bencana besar sepeninggal beliau berasal dari KAUM WANITA Sudah
sejak 1500 tahun yang lalu Nabi saw bahkan memberi sinyal akan hal itu
lewat sebuah hadits. "Tidaknya ada orang yang seorang laki-laki
berkhalwat dengan wanita kecuali setan adalah yang ketiga" Allah swt
selaku sang Pencipta sudah betul betul memberikan manusia sebuah piranti
lunak dan piranti keras termasuk petunjuk pemakaiannya. Tidak ada
alasan lain bagi kita sebagai manusia selain bercermin dan membaca
situasi itu lewat petunjuk pemakaiannya itu. Jadi, jika ada dari
pembaca situslakalaka yang melihat lawan jenis sedang berduaan, maka
dari penjelasan ilmiah dan sinyal Allah swt diatas, YAKINLAH jika
keduanya sedang terlibat sebuah getaran NAFSU yang sangat dahsyat, yang
belum satupun makhluk di muka bumi ini yang bisa membendungnya apalagi
menolaknya sekalipun itu seorang yang mengaku dirinya MUSLIM &
MUSLIMAH. Kalian setuju atau tidak, tetapi sungguh Allah telah
membongkar kedok para pelaku PACARAN dengan sebuah pengetahuan modern
dimana kalian berkiblat kepadanya. Jika anda masih berkeras, lalu ada
rahasia apa dibalik perintah Allah swt yang menyuruh para orangtua
memisahkan anak mereka ketika sudah berusia baligh? mengapa pula Allah
swt mengatakan jika berduaan dengan Ipar berarti maut? belum cukupkah
bukti bukti dimata anda? (mnh/alkaheel/eramuslim) Semoga bermanfaat...
------------------------------ ------------------
~*JIKA BAHAGIA SEDERHANA*~
♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥ ♥♥ ♥♥ ******JIKA
BAHAGIA SEDERHANA ****** ♥♥ ♥♥ ♥♥•.¸¸.•*♥`(¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸)
♥`*•.¸¸.•♥♥ بِسْــــــ...ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم
✿.。.:* *.:。.✿✿.。.:* *.:。.✿✿.。.:* *.:。.✿✿. ♥♥ [*] Sayang… Ingatkah
pada sebuah waktu dalam pelayaran bahtera rumah tangga kita Bersama
kita menghitung sisa gaji sampai akhir bul...an
Saat kita menyusun menu hari demi hari Di ruang tengah beralas
tikar plastik Dan kita berebut menghabiskan sepiring nasi agar tak
bersisa esok hari Tapi kita tertawa dan bercengkerama Layaknya
pangeran dan putri raja pada sebuah istana Hingga tertidur dihadapan
televisi kecil yang masih menyala Sayang… Jika bahagia sesederhana
ini Sebenarnya apa yang kita cari? [**] Kawan… Ingatkah
pada sebuah titik pada perjalanan kita Saat kita mengumpulkan
kepeng-kepeng dari saku lusuh kita Untuk sebungkus nasi berlauk
tempe dan tahu Lalu kau minta sesendok sambal gratis Dari penjaga
warung yang tersenyum manis Tapi kita semua tertawa Kita makan bak
jamuan pesta raja Dan malam pun berlalu walau tanpa kopi Kawan…
Jika bahagia sesederhana ini Sebenarnya apa yang kita cari? “Ya
Allah berikan Aku sifat qana’ah terhadap apa yang telah engkau rizkikan
kepadaku, berkahilah pemberian itu dan gantilah segala yang luput
(hilang) dariku dengan yang lebih baik.” (HR. Al-Hakim)
***DM-20111011, Pbm; dari bilik sederhana di ruang hati Dalam
suatu kisah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: Suatu hari ‘Umar
bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu menemui Nabi shalallahu ‘alaihi
wasallam di kamar beliau, lalu ‘Umar mendapati beliau tengah berbaring
di atas sebuah tikar usang yang pinggirnya telah digerogoti oleh
kemiskinan (lapuk). Tikar membekas di belikat beliau, bantal yang
keras membekas di bawah kepala beliau, dan kulit samakan membekas di
kepala beliau. Di salah satu sudut kamar itu terdapat gandum sekitar
satu gantang. Di bawah dinding terdapat qarzh (semacam tumbuhan untuk
menyamak kulit). Maka air mata ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu
‘anhu meleleh dan ia tidak kuasa menahan tangis karena iba dengan
kondisi Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Lalu Nabi shalallahu
‘alaihi wasallam bertanya sambil melihat air mata ‘Umar yang berjatuhan,
“Apa yang membuatmu menangis, Wahai Ibnu Khaththab?” ‘Umar
radhiyallahu ‘anhu menjawab dengan kata-kata yang bercampur-aduk dengan
air mata dan perasaannya yang terbakar, “Wahai Nabi Allah, bagaimana aku
tidak menangis, sedangkan tikar ini membekas di belikat Anda, sedangkan
aku tidak melihat apa-apa di lemari Anda? Kisra dan kaisar duduk di
atas tilam dari emas dan kasur dari beludru dan sutera, dan dikelilingi
buah-buahan dan sungai-sungai, sementara Anda adalah Nabi dan manusia
pilihan Allah!” Lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab
dengan senyum tersungging di bibir beliau: “Wahai Ibnu Khaththab,
kebaikan mereka dipercepat datangnya, dan kebaikan itu pasti terputus.
Sementara kita adalah kaum yang kebaikannya ditunda hingga hari akhir.
Tidakkah engkau rela jika akhirat untuk kita dan dunia untuk mereka?”
‘Umar menjawab, “Aku rela.” (HR. Hakim, Ibnu Hibban dan Ahmad)
Dalam riwayat lain disebutkan, ‘Umar berkata, “Wahai Rasulullah,
sebaiknya Anda memakai tikar yang lebih lembut dari tikar ini.” Lalu,
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab dengan khusyuk dan merendah
diri, “Apa urusanku dengan dunia? Perumpamaan diriku dengan dunia itu
tidak lain seperti orang yang berkendara di suatu hari di musim panas,
lalu ia berteduh di bawah sebuah pohon, kemudian ia pergi dan
meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi) Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: “Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu
dan janganlah melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Yang
demikian itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah”
(HR. Bukhari dan Muslim) Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Bukanlah orang yang kaya itu adalah orang banyak hartanya, akan tetapi
yang disebut orang kaya adalah orang yang kaya hati”. (HR. Bukhari)
Ungkapan Nabi di atas merupakan landasan dari sifat Qonaah (Merasa
cukup atas nikmat Allah). Qanaah merupakan satu dari sifat-sifat terpuji
yang harus dimilki oleh setiap Muslim. Lalu apa dan bagaimana
Qanaah itu? As Syaikh Ahmad Ar Rifa’i dalam kitabnya yang berjudul
Riayatal Himmah Juz akhir berkata: Qonaah menurut bahasa artinya tenang,
sedangkan makna terminologi syar’i yaitu tenang hatinya mengharap
ridho’ Allah semata serta mengambil dunia seperlunya sesuai dengan
kebutuhan, sekira dapat digunakan untuk melaksanakan perintah Allah dan
menjauhi larangannya. Lebih lanjut As Syaikh menegaskan, Al Qoni’u
Ghoniyyun walau kana juu’a (Orang yang qonaah itu kaya walaupun ia
kelaparan). Orang yang memiliki jiwa qonaah akan selalu menampakkan
rasa syukur atas anugerah yang diberikan Allah kepadanya tanpa
sedikitpun mengharap apa yang bukan menjadi bagiannya. Sehingga rasa
bahagia akan menyelinap kedalam hatinya dan terpancar dari mukanya yang
penuh kegembiraan. Dia tidak akan pernah mengeluh apalagi memprotes
kebijakan Allah Subhanahu wa ta’ala atas dirinya, sebab ia merasa bahwa
anugerah Iman, Islam dan Ibadah yang diberikan kepadanya sudah lebih
dari cukup untuk membuatnya tetap tersenyum di dunia dan akherat kelak.
Ia akan selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah
keadanya pada saat itu. Dengan bersyukur ia akan mendapatkan ketenangan
dan ketenteraman hati. Sebuah kenikmatan yang tidak dapat diukur dengan
banyaknya harta. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu…”” (QS. Ibrahim: 7) Pandangan hatinya selalu tertuju pada
bagaimana ia dapat menjalankan perintah Allah secara totalitas
sebagaimana yang di ajarkan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam
sembari hatinya senantiasa bergantung pada Fadhol dari Alloh Subhanahu
wa ta’ala. Menurutnya harta berupa ilmu dan ibadah lebih berarti
dibanding harta yang bersifat kebendaan. Sebab adakalanya harta yang
bersifat kebendaan justru akan menyeret sang empunya terjerembab dalam
lubang kehinaan yang abadi yaitu neraka. Intinya, qonaah adalah
merasa tenang dan terima terhadap apa yang diberikan oleh Allah
kepadanya, tidak cinta dunia, tamak, rakus ataupun menjadikan dunia
sebagai tujuan hidupnya semata. Islam tidak melarang umatnya mencari
kehidupan dunia, akan tetapi dunia haruslah dijadikan sebagai sarana
dalam menggapai kebahagiaan Akherat. Itulah yang dimaksud oleh Allah
dalam firman-Nya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan
Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu
melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi…” (QS. Al-Qhashas: 77)
Bukan malah menjadikan akherat sebagai kendaraan untuk mencari dunia.
Carilah dunia, tapi gunakanlah dunia itu untuk berbakti kepada Allah
Subhanahu wa ta’ala. Isa Putra Maryam ‘alaihissalam bersabda kepada
hawariyyun (murid-muridnya): “Janganlah kamu menuhankan dunia,
niscaya ia akan menjadikan kamu sebagai budak. Lewatilah dunia ini
dan jangan kamu meramaikannya. Ketahuilah, pangkal segala dosa adalah
cinta dunia. Seringkali hawa nafsu mewariskan kesedihan yang
berkepanjangan. Jika dunia bersarang dalam hati seseorang, ia akan
meninggalkan tiga perkara; Kesibukan yang tak kenal lelah, kekurangan
yang tak kenal puas, dan angan-angan tanpa batas. Dunia itu mencari
dan dicari. Orang yang menginginkan akhirat akan dicari oleh dunia,
hingga rezeki yang ditentukan untuknya disempurnakan. Adapun
orang-orang yang mencari dunia, kelak dunia itu diambil oleh kehidupan
akhirat. Hingga ketika maut datang ia akan merampas dunia itu dari
lehernya. Wahai para hawariyyun! Relakanlah sedikit dunia, asal
kamu selamat dalam agamamu. Janganlah bersikap seperti pecinta dunia
yang rela dengan sedikit agama asal mereka menggapai kepuasan dunia”
(Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab ‘Uddatu Ash-Shabirin wa
Dzakhiratu asy-Syakirin) Terakhir ada perkataan Imam Ghozali yang
sangat terkenal; ”Ad Dunya Dzillun Zail” (Dunia adalah bayang-bayang
yang akan menghilang) untuk apa mengejar bayangan kalau kebahagiaan yang
hakiki ada didepan mata. Selalu hidup qonaah maka kebahagiaan akan
menyambangi setiap detik dalam kehidupan kita. Insya Allah… Wallahu
'Alam Semoga Bermanfaat. ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ..• •.¸¸¸.ƸӜƷ
♫•*¨*•.¸¸¸Share Note's By: David Muhammad .•*¨*•♫
♥::♥::♥::♥::♥::♥::♥::♥::♥: :♥::♥::♥::♥::♥::♥::♥ (´'`v´'`) Smoga artikel
ini bermanfaat..InsyaAllah `•.¸.•´♫¤*¨*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸.¸¸.¤*¨* ღ☆ღ*¨*¤ღ
.¸.•´¸.•*¨) (¸.•´ (¸.•´ ♥♥SALAM UHIBBUKUM FILLAH ♥ Aamiin ya Robbal
'alamiin ♥♫♥♫ ♫•*¨*•.¸ﷲ¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ*¨ *¤.¸¸.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ•♫ (♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥) (♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥) (
"Kuntum Cintanya…"
"Kuntum Cintanya…" "De'… de'… Selamat Ulang Tahun…" bisik seraut wajah
tampan tepat di hadapanku. "Hmm…" aku yang sedang lelap hanya
memicingkan mata dan tidur kembali setelah menunggu sekian detik tak ada
kata-kata lain yang terlontar dari bibir suamiku dan tak ada sodoran
kado di hadapanku. Shubuh ini usiaku dua puluh empat tahun. Ulang
tahun pertama sejak pernikahan kami lima bulan yang la...lu.
Nothing special. Sejak bangun aku cuma diam, kecewa. Tak ada kado, tak
ada black forest mini, tak ada setangkai mawar seperti mimpiku semalam.
Malas aku beranjak ke kamar mandi. Shalat Subuh kami berdua seperti
biasa. Setelah itu kuraih lengan suamiku, dan selalu ia mengecup kening,
pipi, terakhir bibirku. Setelah itu diam. Tiba-tiba hari ini aku merasa
bukan apa-apa, padahal ini hari istimewaku. Orang yang aku harapkan
akan memperlakukanku seperti putri hari ini cuma memandangku. Alat
shalat kubereskan dan aku kembali berbaring di kasur tanpa dipanku.
Memejamkan mata, menghibur diri, dan mengucapkan. "Happy Birthday to Me…
Happy Birthday to Me…." Bisik hatiku perih. Tiba-tiba aku terisak.
Entah mengapa. Aku sedih di hari ulang tahunku. Kini aku sudah menikah.
Terbayang bahwa diriku pantas mendapatkan lebih dari ini. Aku berhak
punya suami yang mapan, yang bisa mengantarku ke mana-mana dengan
kendaraan. Bisa membelikan blackforest, bisa membelikan aku gamis saat
aku hamil begini, bisa mengajakku menginap di sebuah resor di malam dan
hari ulang tahunku. Bukannya aku yang harus sering keluar uang untuk
segala kebutuhan sehari-hari, karena memang penghasilanku lebih besar.
Sampai kapan aku mesti bersabar, sementara itu bukanlah kewajibanku.
"De… Ade kenapa?" tanya suamiku dengan nada bingung dan khawatir. Aku
menggeleng dengan mata terpejam. Lalu membuka mata. Matanya tepat
menancap di mataku. Di tangannya tergenggam sebuah bungkusan warna merah
jambu. Ada tatapan rasa bersalah dan malu di matanya. Sementara
bungkusan itu enggan disodorkannya kepadaku. "Selamat ulang tahun ya
De'…" bisiknya lirih. "Sebenernya aku mau bangunin kamu semalam, dan
ngasih kado ini… tapi kamu capek banget ya?" Ucapnya takut-takut. Aku
mencoba tersenyum. Dia menyodorkan bungkusan manis merah jambu itu. Dari
mana dia belajar membukus kado seperti ini? Batinku sedikit terhibur.
Aku buka perlahan bungkusnya sambil menatap lekat matanya. Ada air yang
menggenang. "Maaf ya de, aku cuma bisa ngasih ini. Nnnng… Nggak bagus
ya de?" ucapnya terbata. Matanya dihujamkan ke lantai. Kubuka secarik
kartu kecil putih manis dengan bunga pink dan ungu warna favoritku.
Sebuah tas selempang abu-abu bergambar Mickey mengajakku tersenyum.
Segala kesahku akan sedikitnya nafkah yang diberikannya menguap entah ke
mana. Tiba-tiba aku malu, betapa tak bersyukurnya aku. "Jelek ya de'?
Maaf ya de'… aku nggak bisa ngasih apa-apa…. Aku belum bisa nafkahin
kamu sepenuhnya. Maafin aku ya de'…" desahnya. Aku tahu dia harus rela
mengirit jatah makan siangnya untuk tas ini. Kupeluk dia dan tangisku
meledak di pelukannya. Aku rasakan tetesan air matanya juga membasahi
pundakku. Kuhadapkan wajahnya di hadapanku. Masih dalam tunduk, air
matanya mengalir. Ya Rabbi… mengapa sepicik itu pikiranku? Yang menilai
sesuatu dari materi? Sementara besarnya karuniamu masih aku pertanyakan.
"A’ lihat aku…" pintaku padanya. Ia menatapku lekat. Aku melihat
telaga bening di matanya. Sejuk dan menenteramkan. Aku tahu ia begitu
menyayangi aku, tapi keterbatasan dirinya menyeret dayanya untuk
membahagiakan aku. Tercekat aku menatap pancaran kasih dan ketulusan
itu. "Tahu nggak… kamu ngasih aku banyaaaak banget," bisikku di antara
isakan. "Kamu ngasih aku seorang suami yang sayang sama istrinya, yang
perhatian. Kamu ngasih aku kesempatan untuk meraih surga-Nya. Kamu
ngasih aku dede," senyumku sambil mengelus perutku. "Kamu ngasih aku
sebuah keluarga yang sayang sama aku, kamu ngasih aku mama…." bisikku
dalam cekat. Terbayang wajah mama mertuaku yang perhatiannya setengah
mati padaku, melebihi keluargaku sendiri. "Kamu yang selalu nelfon aku
setiap jam istirahat, yang lain mana ada suaminya yang selalu telepon
setiap siang," isakku diselingi tawa. Ia tertawa kemudian tangisnya
semakin kencang di pelukanku. Rabbana… mungkin Engkau belum memberikan
kami karunia yang nampak dilihat mata, tapi rasa ini, dan rasa-rasa
yang pernah aku alami bersama suamiku tak dapat aku samakan dengan
mimpi-mimpiku akan sebuah rumah pribadi, kendaraan pribadi, jabatan
suami yang oke, fasilitas-fasilitas. Harta yang hanya terasa dalam
hitungan waktu dunia. Mengapa aku masih bertanya. Mengapa keberadaan dia
di sisiku masih aku nafikan nilainya. Akan aku nilai apa ketulusannya
atas apa saja yang ia berikan untukku? Hanya dengan keluhan? Teringat
lagi puisi pemberiannya saat kami baru menikah… Aku ingin mencintaimu
dengan sederhana… Cintaku sederhana dalam kesederhanaan... Cintaku
tak berkobar-kobar penuh nafsu... Cintaku sederhana dalam
keterbatasan... Cintaku tak menggebu-gebu laksana cinta yang semu,
bergelora di awal namun redup di tengah perjalanan... Cintaku
sederhana, namun sanggup mencintaimu apa adanya... Cintaku sederhana,
namun mampu menyayangimu tulus... Cintaku sederhana, namun hadir saat
kau terjatuh... Cintaku sederhana, namun ada saat kau terluka...
Cintaku sederhana, namun diikat dengan kesetiaan... Cintaku sederhana,
namun terukir di hati yang tulus... Cintaku penajam imanku...
Cintaku penebal keyakinanku... Cintaku penawar hati dari kelelahan
dunia... Cintaku sederhana, hanya mampu memberi...
Cinta Itu Bukanlah Bernama Kekerasan ,Tamparan, Atau Pukulan,,lowayu
- Setiap pasangan suami istri mendambakan kebahagiaan dan kedamaian dalam rumah tangga. Namun sayangnya, hal itu tidaklah selalu menjadi kenyataan yang indah seperti dalam dongeng. Beberapa istri saat ini berada dalam situasi yang sangat menyakitkan. Para suami mereka mewujudkan arogansi nya dalam bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Mulai dari suka menjahati istri, suka memukul, menyakiti hati dan ...menyiksa perasaan istri, termasuk menelantarkan istri/keluarga. Faktor utama pemicu semua itu adalah tentu krisis iman yang akhirnya menyulut konflik yang lebih dalam pada hal-hal yang lain dalam rumah tangga. salah satunya adalah pada masalah ekonomi. Suami merasa putus asa karena tidak imbangnya penghasilan dengan usaha yang telah dikeluarkan untuk mendapatkannya, sedang tuntutan kebutuhan hidup semakin meningkat. Sayangnya, kesemua masalah diatas tidak di sikapi dengan bijak. "Kecintaan" para suami dalam pengabdian sebagai suami dan ayah diwujudkan dalam bentuk kekerasan.Bukankah Allah mengkaruniakan logika dan tenaga yang lebih banyak kepada para laki-laki dari pada perempuan yang mengutamakan perasaan. Namun mengapa masih saja banyak suami yang mengedepankan emosi. Tamparan, cacian, tendangan sampai pukulan menjadi solusi terakhir dan penyelesaian sebuah masalah yang sangat tidak pantas. Dan, lagi-lagi istri dan terutama anak anak yang belum dapat memahami permasalahan ayah ibunya, menjadi korban. Padahal Rasullullah sebagai suri tauladan yang baik, tidak pernah mengajarkan tentang Kekerasan, apalagi dalam rumah tangga. Beliau tidak pernah melakukan kekerasan fisik kepada keluarganya, apalagi berkata keras, membentak, bahkan sampai berwajah tak menyenangkan saja tidak dicontohkan oleh beliau terhadap isteri, anak dan cucu-cucu beliau. Rasulullah mengecup dan mencium Ibrahim, putra beliau, sebagai bukti betapa lembut perilaku beliau terhadap putranya. Rasulullah menggendong cucunya dalam shalat. Hal ini semakin menguatkan kesimpulan betapa Islam menghendaki kelembutan dalam interaksi antar anggota keluarga. Bukankah Rasul saw bisa saja membiarkan sang cucu tergeletak di bawah dan bermain-main sendiri, sedangkan beliau tengah shalat? Ternyata, justru beliau menggendong sang cucu saat berdiri dalam shalat, dan meletakkan saat beliau sujud. Abu Qatadah al Anshary meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw menunaikan shalat sambil menggendong Umamah putri Zainab binti Rasulillah saw dengan Abil Ash bin Rabi’ah bin Abdi Syams. Apabila beliau sujud, diletakkanlah Umamah dan apabila beliau berdiri digendongnya (Riwayat Bukhary dan Muslim). “Beliau adalah manusia biasa”, itu komentar pertama Aisyah ketika ditanya tentang pribadi Rasul saw. Namun begitu Luar biasanya pribadi Rasulullah saw. Demikianlah Kepribadian sang Nabi Allah. Demikianlah sosok manusia pilihan Allah. Rasullullah mengajarkan bahwa Islam adalah tentang rahmat dan kasih sayang, sama sekali Jauh dari tindakan kekerasan. Jika saat ini anda adalah seorang istri berada dalam posisi sulit dan hidup dalam "naungan" kekerasan dari suami, maka dibutuhkan kesabaran yang sangat amat besar dan keikhlasan yang dalam serta cita cita untuk bisa meluluskan diri, karena kesemua itu adalah cobaan dari Allah untuk meningkatkan kualitas hambanya. Berusaha berbuat semanis mungkin agar suami bisa berubah dan kembali menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab, adalah hal yang perlu dicoba, sebagai alternatif pengubah keadaan menjadi lebih baik. Tidak mudah memang, namun semua usaha akan selalu bernilai di hadapan allah sebagai sebuah usaha. dan insyaallah, Allah tidak akan menyia nyiakan keiklasan hambanya yang berusaha. Walaupun menjadi pihak yang terdholimi, tetaplah tegar dan sabar, tetaplah lakukan introspeksi yang mendalam, karena manusia tidak luput dari dengan kekurangan. Kesadaran untuk mengetahui Sebenarnya apa yang terjadi pada diri kita, adalah sangat baik. Mungkin dengan melakukan hal tersebut, dapat menimbulkan perubahan sifat yang terjadi pada suami kita, tentunya yang akan mengarah para kehidupan yang lebih mendamaikan. Dan untuk para suami pelaku kekerasan, istri adalah pendamping anda, menua bersama anda, makhluk yang penuh kelembutan yang dititipkan Allah sebagai amanah untuk dijaga, maka berusahalah untuk selalu berlemah lembut dalam memberi nasihat kepada "tulang rusuk" anda tersebut. Luka dalam fisik dapat anda obati dan seiring waktu dapat sembuh seperti semula, namun luka dan trauma dihati para istri istri anda atas apa yang telah anda lakukan, akan susah sekali untuk terhapus. Ingatlah, bahwa sesuatu itu akan tampak sangat berharga saat anda telah kehilangan atau ditinggalkan. Sekali lagi, bila kita adalah seorang muslim pastilah tahu bahwa Islam adalah agama rahmat dan kasih sayang. Islam tidak pernah mengajarkan tentang Kekerasan, apalagi dalam rumah tangga. Dan, Rasul saw sebagai teladan utama kaum muslimin tak pernah mencontohkan melakukan kekerasan terhadap keluarganya.
. ♥♥ ~* Ciri-ciri Akhwat Genit *~ ♥♥ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ Seperti apa sih akhwat genit itu??? Mari silakan baca, renungkan, tanyakan pada diri sendiri termasuk akhwat genit atau tidak, kemudian silakan berkomentar.., ^_^ Ini sebuah tulisan dan tentunya ada faktanya juga, setelah saya baca dari sumbernya, Duuuuhhhh, ternyata diri ini masih termasuk dalam k...elompok akhwat genit.., Mesti dirubah, tak mesti secara drastis, tapi pelan-pelan agar tidak mempunyai efek negatif ^_^ ♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `' •.¸) `'•.¸) Akhwat Genit, Apaan Tuh? Akhwat adalah sebutan akrab untuk para wanita muslim. Akhwat secara bahasa Arab artinya saudara perempuan. Namun sudah maklum (diketahui) bahwa saudara yang dimaksud di sini adalah saudara seiman, sama-sama muslim. Hal ini bukan tak berdasar, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain," (HR. Muslim, no. 2564) . Namun memang sebagian orang menggunakan istilah akhwat untuk makna yang lebih sempit. Ada yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang aktifis dakwah, berarti yang bukan aktifis dakwah bukan akhwat. Ada juga yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang berjilbab lebar, berarti yang berjilbab pendek bukan akhwat. Ada yang lebih parah lagi, istilah akhwat hanya diperuntukkan bagi muslimah yang satu aliran atau gerakan, yang beda aliran dan gerakan bukan akhwat. Tentu kita lebih setuju makna yang umum, bahwa setiap muslimah yang mentauhidkan Allah, adalah akhwat. Namun yang lebih dikenal banyak orang, akhwat adalah para muslimah aktifis dakwah yang biasanya berjilbab lebar. Demi Allah. Sungguh anggunnya para muslimah dengan hijab syar’ inya, melambai diterpa angin, memancarkan cahaya indah dari sebuah keimanan yang mantap. Ya, ke- istiqomah- an seorang muslimah untuk menjaga auratnya dengan jilbab yang syar’i adalah cermin keimanannya, setidaknya dalam hal berpakaian. Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar’i, dan sungguh tidak akan Allah memerintahkan sesuatu kepada hambanya kecuali itu adalah sebuah kebaikan. Namun sayang sungguh sayang. Sebagian akhwat yang berhijab syar’i belum menyadari esensi dari hijab yang dipakainya, yaitu untuk menjaga dirinya dari fitnah syahwat. Sebagian dari mereka hanya menganggap hijab syar’i hanya sekedar tuntutan berpakaian dari syari’at, atau ada pula yang hanya menganggapnya sebagai tuntutan mode, supaya terlihat anggun, terlihat cantik, keibuan, dll. Wa’ iyyadzubillah. Akhirnya ditemukanlah tipe muslimah yang saya sebut akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar’i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya. Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syariat. Padahal seharusnya merekalah (para akhwat) yang mendakwahkan bagaimana cara bergaul yang syar’i. Mungkin saja para akhwat genit ini belum tahu tentang tuntunan Islam dalam bergaul dengan lawan jenis. Ketahuilah, memang Allah Subhanallahu wa ta’ala telah mewajibkan ummat muslim berbuat baik dalam segala hal. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu” (HR. Muslim) Dan memang benar bahwa Allah telah memerintahkan hamba-Nya mempererat persaudaraan, ukhuwah sesama muslim, bersikap santun, sopan, banyak memuji. Namun perlu diperhatikan, hal-hal baik tersebut akan berbeda hukum dan akibatnya jika diterapkan kepada lawan jenis. Berkata manis, santun, mendayu-dayu, itu baik. Namun bila diterapkan kepada lawan jenis, bisa berbahaya. Menanyakan kabar kepada seorang kawan, itu baik. Namun bila sang kawan itu lawan jenis, bisa berbahaya. Sering memberi nasehat- nasehat kepada seorang kawan, itu baik. Namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Senyum dan menyapa saat berpapasan dengan kawan, itu baik. Namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Karena Allah Subhanallahu wa ta’ala telah berfirman yang artinya: “Dan katakanlah kepada perempuan- perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya” (QS. An-Nur : 24) Berbuat baik memang diperintahkan, namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis. Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang. Ciri-ciri akhwat genit : 1. Berpakaian yang mengundang pandangan Mungkin ia memakai jilbab lebar, gamis, namun jilbab dan busana muslimah yang dikenakannya dibuat sedemikian rupa agar menggoda pandangan para ikhwan. Warna yang mencolok, renda-renda, atau aksesoris lain yang membuat para pria jadi terpancing untuk memandang. 2. Senang dilihat Akhwat genit, senang sekali bila banyak dilihat oleh para ikhwan. Maka ia pun sering tampil di depan umum, sering mencari-cari perhatian para ikhwan, sering membuat sensasi-sensasi yang memancing perhatian para ikhwan dan suka berjalan melewati jalan yang terdapat para ikhwan berkumpul. 3. Kata-kata mesra yang Islami Seringkali akhwat-akhwat genit melontarkan ‘kata-kata mesra’ kepada para ikhawn. Tentu saja kata-kata mesra mereka berbeda dengan gayanya orang berpacaran, namun mereka menggunakan gaya bahasa Islami. “Jazakalloh yach akhi” “Akh, antum bisa saja dech” “Pak, jangan sampai telat makan lho, sesungguhnya Alloh menyukai hamba-Nya yang qowi” “Kaifa haluka akhi, minta tausiah dunks…” “Akh, besok syuro jam 9, jangan mpe telat lhoo..” 4. SMS tidak penting Biasanya akhwat-akhwat genit banyak beraksi lewat SMS. Karena aman, tidak ketahuan orang lain, bisa langsung dihapus. Ia sering SMS tidak penting, menanyakan kabar, mengecek shalat malam sang ikhwan, mengecek shaum sunnah, atau SMS hanya untuk mengatakan "Afwan" atau "Jazakallah." 5. Banyak bercanda Akhwat genit banyak bercanda dengan para ikhwan. Mereka pun saling tertawa tanpa takut terkena fitnah hati. Betapa banyak fitnah hati, VMJ, yang hanya berawal dari sebuah canda-mencandai. 6. Tidak khawatir berikhtilat Ada saat-saat di mana kita tidak bisa menghindari khalwat dan ikhtilat. Namun seharusnya saat berada pada kondisi tersebut seorang mukmin yang takut kepada Allah sepatutnya memiliki rasa khawatir berlama-lama di dalamnya, bukan malah enjoy dan menikmatinya. Demikian si akhwat genit. Saat terjadi ihktilat, akhwat genit tidak khawatir. Bukannya ingin cepat-cepat keluar dari kondisi tersebut, akhwat genit malah menikmatinya, berlama-lama, dan malah bercanda-ria dengan pada ikhwan laki-laki di sana. 7. Berbicara dengan nada Maksudnya berbicara dengan intonasi kata yang bernada, mendayu, atau agak mendesah, atau dengan gaya agak kekanak-kanakan, atau dengan gaya manja. Semua gaya bicara seperti ini dapat menimbulkan bekas pada hati laki-laki yang mendengarnya. Dan ketahuilah wahai muslimah, hal ini dilarang oleh syari'at. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang maruf." ( QS. Al Ahzab: 32) . Para ulama meng-qiyaskan ( menganalogikan) merendahkan suara untuk semua gaya bicara yang juga dapat menimbulkan penyakit hati pada lelaki yang mendengarnya. 8. Jilbab Berponi Dan Jilbab Setengah Tiang mungkin temen2 pd penasaran apaan sih jilbab berponi? itu tuh orang yg pake kerudung tp ga pake daleman kerudung dan poninya dikeluarin, (gambarnya ga ada sih, lagian ntar malah bikin dosa para ikhwan Nyengir) malah ada yg poninya di cat merah jd persis kaya anak kecil yg hobby maen layangan jd rambutnya merah, dan itu dgn sengaja diperlihatkan. .. selain itu jilbab setengah tiang, inget ga dulu aku pernah ngomong masalah celana jeans setengah tiang? nah ini ada lagi jilbab setengah tiang, jilbab yg leher dan separuh dadanya msh terlihat dan jilbab yg antara rambut (rambut bagian belakang) sama jilbabnya panjangan rambutnya jd jilbabnya cuma nutupin setengah dr rambutnya. dan kebanyakan rambutnya kan lurus (entah lurus asli atau hsl rebonding pake setrika) itu dia ko sekarang makin banyak ya aku liat di lingkunganku padahal udah banyak terpampang ttg kriteria busana muslimah tp makin kesini ko malah makin banyak... Maka mari sama-sama kita perbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh syariat. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah cobaan syahwat, yaitu yang berasal dari wanita: ” Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki- laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (HR. Muslim) " Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan ( tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS. Al Hadiid: 22) ~~Sugianto Parjan Dua~~
Bismillaahirrahmaanirrahiim Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat saudaraku fillah,, BUAT SAHABAT SEMUA. Aku mengenalmu di dunia
maya Dibatasi dinding kaca tak bernyawa .........Jemari yang bergerak
lincah memainkan tutsnya Menyambangimu diantara dinding dan beranda
Bermain kata lewat status indah dan komen ceria Indah seperti orang yang
tengah jatuh cinta Ketika hati mulai terbias...a
Kucoba memahami tiap kata - kata yang teruntai Kujelajahi setiap sudut -
sudut yang terlihat Kuraih segala impian yang belum pernah kutemukan
Bahwa di sini kutemukan dunia lain yg memanggil Dunia maya..... Disaat
aku merasakan kehangatan persahabatan Apakah ini semu Apakah ini hanya
omong kosong Apakah ini hanya sekedar basa basi belaka Yang hanya
sepintas lewat dan tak berakar Sahabat.... Ada yg ingin kukatakan padamu
Aku bukanlah siapa -siapa Aku bukanlah apa- apa Aku bukanlah orang
hebat yang selalu merasa benar Aku hanyalah manusia biasa, Hanya KERIKIL
BIASA Yang ketika tanganku meraihmu Mengulurkan persahabatan atas nama
cinta Mengikatmu dalam ikatan tanpa darah Menjadikanmu sangat berarti
bagiku Sahabat... Ketika satu persatu kegelisahan dan ketakutan
menghampiriku ketika satu demi satu beban menghimpitku Ketika aku tak
kuasa lagi menahan tangisku ketika aku merasa tak mampu lagi untuk
mengangkat kepalaku Disaat aku rapuh Disaat aku putus asa Disaat tak ada
lagi yang bisa meringankan segala deritaku Disaat aku merasa semuanya
menjauh Aku tau kalau aku TAK sendirian Sahabat..... ketika kumulai
bertanya tentang keberadaanmu Kau datang dengan segala kebaikanmu kau
datangi aku dengan senyum yang menyejukkan Kau hampiri aku dengan rasa
yang tak pernah kurasakan Sebelumnya Kau raih tanganku ketika aku hampir
terjatuh Kau tuntun aku ketika kurasakan langkah ku tertatih - tatih
Kau bisikkan kata - kata indah ketika nafasku mulai terasa sesak Kau
ajari aku bersyukur ketika kulupa Kau ajarkan cinta yang sebenarnya
Sahabat.... bagiku kau nyata Sekalipun tak pernah kulihat dirimu
Sekalipun tak bisa kudengar suaramu Tapi kata – kata lembutmu Bagaikan
air hujan yang menyirami tanah yang kering Sahabat.... Ingin ku tunjukan
pada Dunia Persaudaraanitu ada walau tanpa ikatan darah Ia akan terus
ada dan selalu ada Karena kita, aku dan kamu Punya hati yang tulus utuk
menyayangi karena ALLAH Beri tahu aku tentang kabarmu. Meski aq bukan
kekasihmu Ceritakan padaku tentang kisahmu Meski aq tak berhak tahu
Jika hari ini aq bertanya tentang keadaanmu Mungkin itu hanya sapaan
seorang sahabat, Seorang yang mengganggapmu teman Tapi jika esok aq tak
mengabarimu, Itu bukan karena aq membencimu, tapi Karena mungkin
kehadiranku Meresahkan hatimu........ Lenyap tak berarti hilang... Diam
tak berarti lupa...... Jauh tak berarti putus........ Karena diantara
kau dan aq Masih ada satu ikatan......... Yaitu “ SEIMAN.”
CIRI-CIRI AKHWAT GENIT
- . ♥♥ ~* Ciri-ciri Akhwat Genit *~ ♥♥ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ Seperti apa sih akhwat genit itu??? Mari silakan baca, renungkan, tanyakan pada diri sendiri termasuk akhwat genit atau tidak, kemudian silakan berkomentar.., ^_^ Ini sebuah tulisan dan tentunya ada faktanya juga, setelah saya baca dari sumbernya, Duuuuhhhh, ternyata diri ini masih termasuk dalam k...elompok akhwat genit.., Mesti dirubah, tak mesti secara drastis, tapi pelan-pelan agar tidak mempunyai efek negatif ^_^ ♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `' •.¸) `'•.¸) Akhwat Genit, Apaan Tuh? Akhwat adalah sebutan akrab untuk para wanita muslim. Akhwat secara bahasa Arab artinya saudara perempuan. Namun sudah maklum (diketahui) bahwa saudara yang dimaksud di sini adalah saudara seiman, sama-sama muslim. Hal ini bukan tak berdasar, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain," (HR. Muslim, no. 2564) . Namun memang sebagian orang menggunakan istilah akhwat untuk makna yang lebih sempit. Ada yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang aktifis dakwah, berarti yang bukan aktifis dakwah bukan akhwat. Ada juga yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang berjilbab lebar, berarti yang berjilbab pendek bukan akhwat. Ada yang lebih parah lagi, istilah akhwat hanya diperuntukkan bagi muslimah yang satu aliran atau gerakan, yang beda aliran dan gerakan bukan akhwat. Tentu kita lebih setuju makna yang umum, bahwa setiap muslimah yang mentauhidkan Allah, adalah akhwat. Namun yang lebih dikenal banyak orang, akhwat adalah para muslimah aktifis dakwah yang biasanya berjilbab lebar. Demi Allah. Sungguh anggunnya para muslimah dengan hijab syar’ inya, melambai diterpa angin, memancarkan cahaya indah dari sebuah keimanan yang mantap. Ya, ke- istiqomah- an seorang muslimah untuk menjaga auratnya dengan jilbab yang syar’i adalah cermin keimanannya, setidaknya dalam hal berpakaian. Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar’i, dan sungguh tidak akan Allah memerintahkan sesuatu kepada hambanya kecuali itu adalah sebuah kebaikan. Namun sayang sungguh sayang. Sebagian akhwat yang berhijab syar’i belum menyadari esensi dari hijab yang dipakainya, yaitu untuk menjaga dirinya dari fitnah syahwat. Sebagian dari mereka hanya menganggap hijab syar’i hanya sekedar tuntutan berpakaian dari syari’at, atau ada pula yang hanya menganggapnya sebagai tuntutan mode, supaya terlihat anggun, terlihat cantik, keibuan, dll. Wa’ iyyadzubillah. Akhirnya ditemukanlah tipe muslimah yang saya sebut akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar’i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya. Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syariat. Padahal seharusnya merekalah (para akhwat) yang mendakwahkan bagaimana cara bergaul yang syar’i. Mungkin saja para akhwat genit ini belum tahu tentang tuntunan Islam dalam bergaul dengan lawan jenis. Ketahuilah, memang Allah Subhanallahu wa ta’ala telah mewajibkan ummat muslim berbuat baik dalam segala hal. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu” (HR. Muslim) Dan memang benar bahwa Allah telah memerintahkan hamba-Nya mempererat persaudaraan, ukhuwah sesama muslim, bersikap santun, sopan, banyak memuji. Namun perlu diperhatikan, hal-hal baik tersebut akan berbeda hukum dan akibatnya jika diterapkan kepada lawan jenis. Berkata manis, santun, mendayu-dayu, itu baik. Namun bila diterapkan kepada lawan jenis, bisa berbahaya. Menanyakan kabar kepada seorang kawan, itu baik. Namun bila sang kawan itu lawan jenis, bisa berbahaya. Sering memberi nasehat- nasehat kepada seorang kawan, itu baik. Namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Senyum dan menyapa saat berpapasan dengan kawan, itu baik. Namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Karena Allah Subhanallahu wa ta’ala telah berfirman yang artinya: “Dan katakanlah kepada perempuan- perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya” (QS. An-Nur : 24) Berbuat baik memang diperintahkan, namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis. Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang. Ciri-ciri akhwat genit : 1. Berpakaian yang mengundang pandangan Mungkin ia memakai jilbab lebar, gamis, namun jilbab dan busana muslimah yang dikenakannya dibuat sedemikian rupa agar menggoda pandangan para ikhwan. Warna yang mencolok, renda-renda, atau aksesoris lain yang membuat para pria jadi terpancing untuk memandang. 2. Senang dilihat Akhwat genit, senang sekali bila banyak dilihat oleh para ikhwan. Maka ia pun sering tampil di depan umum, sering mencari-cari perhatian para ikhwan, sering membuat sensasi-sensasi yang memancing perhatian para ikhwan dan suka berjalan melewati jalan yang terdapat para ikhwan berkumpul. 3. Kata-kata mesra yang Islami Seringkali akhwat-akhwat genit melontarkan ‘kata-kata mesra’ kepada para ikhawn. Tentu saja kata-kata mesra mereka berbeda dengan gayanya orang berpacaran, namun mereka menggunakan gaya bahasa Islami. “Jazakalloh yach akhi” “Akh, antum bisa saja dech” “Pak, jangan sampai telat makan lho, sesungguhnya Alloh menyukai hamba-Nya yang qowi” “Kaifa haluka akhi, minta tausiah dunks…” “Akh, besok syuro jam 9, jangan mpe telat lhoo..” 4. SMS tidak penting Biasanya akhwat-akhwat genit banyak beraksi lewat SMS. Karena aman, tidak ketahuan orang lain, bisa langsung dihapus. Ia sering SMS tidak penting, menanyakan kabar, mengecek shalat malam sang ikhwan, mengecek shaum sunnah, atau SMS hanya untuk mengatakan "Afwan" atau "Jazakallah." 5. Banyak bercanda Akhwat genit banyak bercanda dengan para ikhwan. Mereka pun saling tertawa tanpa takut terkena fitnah hati. Betapa banyak fitnah hati, VMJ, yang hanya berawal dari sebuah canda-mencandai. 6. Tidak khawatir berikhtilat Ada saat-saat di mana kita tidak bisa menghindari khalwat dan ikhtilat. Namun seharusnya saat berada pada kondisi tersebut seorang mukmin yang takut kepada Allah sepatutnya memiliki rasa khawatir berlama-lama di dalamnya, bukan malah enjoy dan menikmatinya. Demikian si akhwat genit. Saat terjadi ihktilat, akhwat genit tidak khawatir. Bukannya ingin cepat-cepat keluar dari kondisi tersebut, akhwat genit malah menikmatinya, berlama-lama, dan malah bercanda-ria dengan pada ikhwan laki-laki di sana. 7. Berbicara dengan nada Maksudnya berbicara dengan intonasi kata yang bernada, mendayu, atau agak mendesah, atau dengan gaya agak kekanak-kanakan, atau dengan gaya manja. Semua gaya bicara seperti ini dapat menimbulkan bekas pada hati laki-laki yang mendengarnya. Dan ketahuilah wahai muslimah, hal ini dilarang oleh syari'at. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang maruf." ( QS. Al Ahzab: 32) . Para ulama meng-qiyaskan ( menganalogikan) merendahkan suara untuk semua gaya bicara yang juga dapat menimbulkan penyakit hati pada lelaki yang mendengarnya. 8. Jilbab Berponi Dan Jilbab Setengah Tiang mungkin temen2 pd penasaran apaan sih jilbab berponi? itu tuh orang yg pake kerudung tp ga pake daleman kerudung dan poninya dikeluarin, (gambarnya ga ada sih, lagian ntar malah bikin dosa para ikhwan Nyengir) malah ada yg poninya di cat merah jd persis kaya anak kecil yg hobby maen layangan jd rambutnya merah, dan itu dgn sengaja diperlihatkan. .. selain itu jilbab setengah tiang, inget ga dulu aku pernah ngomong masalah celana jeans setengah tiang? nah ini ada lagi jilbab setengah tiang, jilbab yg leher dan separuh dadanya msh terlihat dan jilbab yg antara rambut (rambut bagian belakang) sama jilbabnya panjangan rambutnya jd jilbabnya cuma nutupin setengah dr rambutnya. dan kebanyakan rambutnya kan lurus (entah lurus asli atau hsl rebonding pake setrika) itu dia ko sekarang makin banyak ya aku liat di lingkunganku padahal udah banyak terpampang ttg kriteria busana muslimah tp makin kesini ko malah makin banyak... Maka mari sama-sama kita perbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh syariat. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah cobaan syahwat, yaitu yang berasal dari wanita: ” Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki- laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (HR. Muslim) " Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan ( tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS. Al Hadiid: 22) ~~Sugianto Parjan Dua~~
♥☀ Jilbab, Apa Masalah? ♥☀
♥☀ Jilbab, Apa Masalah? ♥☀ "Elly, pasti cantik kalo nggak pake jilbab.
Kalau pakai jilbab itu ketutup semua. Kapan Bapak Bisa lihat rambut
Elly? Kenapa tidak dilepas saja?" Ada apa dengan Jilbab?
GUBRAAAAKKKKKKK!!! What? Pertanyaan macam apa ini? Biasanya, "Sudah
selesai laporannya, El? Mana yang harus Bapak tanda tangani, El? Apa
jadwal Bapak hari ini?" Tapi hari ini, kenapa pertanyaannya men...yangkut
penampilanku. Memang nyadar sih sekretarisnya yang dulu tidak memakai
jilbab, beda denganku. Tetapi apa bedanya? Toh, sama-sama bisa
menyelesaikan tugas, sama-sama bisa kerja, tapi ada apa dengan jilbabku?
Ada apa dengan cantik? Dari awal, ia sudah tahu kalau aku berjilbab,
tapi kenapa setelah setahun aku bekerja dipermasalahkan? Toh, aku masih
bisa tampil rapi, beberapa tamunya juga bilang begitu, dan istrinya juga
senang dengan penampilanku, katanya lebih santun. Jadi apa masalahnya?
Oh, apa sih yang lelaki pikir tentang wanita berjilbab, JELEK yah?
"Kamu, pakai jilbab sih. Itu kenapa kamu jarang ikut ke mana-mana bapak
rapat, apalagi rapat dengan pemerintah daerah," jelas supir pribadinya
pada suatu hari. Jadi, maksudnya apa? Aku bekerja bukan untuk
dipamer-pamerin, apa masalah dengan jilbabku? Jika memang keberatan
dengan pakaian yang aku kenakan, aku siap untuk digantikan. Jilbab
bukan penghalang untuk menyelesaikan kerja, bukan juga sebagai jaminan
kualitas kecantikan. Aku akan tetap seperti ini, tak peduli cantik atau
tidak. Bagiku, ini adalah pakaian teryaman yang pernah kupakai setelah
mengenakannya sejak 4 tahun lalu. _oOo_ Berkibarlah Jilbabku lambang
suci indah mempesona di seluruh perhiasan dunia kau tetap pujaan jiwa
siapa berani meremehkan engkau seluruh alam semetsa akan membela sang
jilbabku tercinta tetaplah bersamaku selama-lamanya Elly Kartika Sari
kotasantri.com
kenapa hari ini tidak kau berikan gelas itu?
Kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu ? Pernah suatu hari
Rasulullah SAW pulang dari perjalanan jihad fisabilillah. Beliau pulang
diiringi para sahabat. Di depan pintu gerbang kota Madinah nampak Aisyah
r.a sudah menunggu dengan penuh kangen. Rasa rindu kepada Rasulullah
SAW sudah sangat terasa. Akhirnya Rasulullah SAW tiba juga ditengah kota
Madinah. Aisyah r.a dengan sukacita menyamb...ut
kedatangan suami tercinta. Tiba Rasulullah SAW dirumah dan beristirahat
melepas lelah. Aisyah dibelakang rumah sibuk membuat minuman untuk Sang
suami. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah SAW. Beliau
meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut tiba
tiba Aisyah berkata “ Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian
minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas
itu?”. Rasulullah SAW diam dan hendak melanjutkan meminum habis air
digelas itu. Dan Aisyah bertanya lagi, Yaa Rasulullah biasanya engkau
memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau
berikan gelas itu?”Akhirnya Rasulullah SAW memberikan sebagian air yang
tersisa di gelas itu Aisyah r.a meminum air itu dan ia langsung kaget
terus memuntahkan air itu.Ternyata air itu terasa asin bukan manis.
Aisyah baru tersadar bahwa minuman yang ia buat dicampur dengan garam
bukan gula. Kemudian Aisyah r.a langsung meminta maaf kepada Rasulullah.
Itulah sebagian dari banyaknya kemuliaan akhlak Rasulullah SAW. Dia
memaklumi kesalahan yang dilakukan oleh istrinya, tidak memarahinya atau
menasihatinya dengan kasar. Rasulullah SAW memberi kita teladan
bahwasanya akhlak yang mulia bisa kita mulai dari lingkungan terdekat
dengan kita. Sebuah hadits menyebutkan, “ Lelaki yang paling baik
diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya kepada istrinya”.
Semoga kita diberi taufik untuk bisa meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Aamiin ya Rabbal’alamiin.
~~*~~MUSLIMAH CANTIK BERMAHKOTA RASA MALU
~~*~~
MUSLIMAH CANTIK,BERMAHKOTA RASA MALU ~~*~~ “Muslimah cantik,
menjadikan malu sebagai mahkota kemuliaannya…” (SMS dari seorang
sahabat Membaca SMS di atas, mungkin pada sebagian orang menganggap
biasa saja, sekedar sebait kalimat puitis. Namun ketika kita mau untuk
merenunginya, sungguh terdapat makna yang begitu dalam. Ketika kita
menyadari fitrah kita tercipta sebagai wanita, mahkluk te...rindah
di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pada kita, maka
inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita. Namun sayang, banyak
sebagian dari kita—kaum wanita—yang tidak menyadari betapa berharganya
dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan
menanggalkan rasa malu, sementara Allah telah menjadikan rasa malu
sebagai mahkota kemuliaannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ
الحَيَاء “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak
Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini hasan) Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa
sallam yang lain, الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ
أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر “Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila
salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim
dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari
Muslim, begitu pula Adz Dzahabi) Begitu jelas Rasulullah shalallahu
‘alaihi wassalam memberikan teladan pada kita, bahwasanya rasa malu
adalah identitas akhlaq Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman
dan sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah
mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah
hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan. Namun sayang, di
zaman ini rasa malu pada wanita telah pudar, sehingga hakikat penciptaan
wanita—yang seharusnya—menjadi perhiasan dunia dengan keshalihahannya,
menjadi tak lagi bermakna. Di zaman ini wanita hanya dijadikan objek
kesenangan nafsu. Hal seperti ini karena perilaku wanita itu sendiri
yang seringkali berbangga diri dengan mengatasnamakan emansipasi, mereka
meninggalkan rasa malu untuk bersaing dengan kaum pria. Allah telah
menetapkan fitrah wanita dan pria dengan perbedaan yang sangat
signifikan. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam akal dan tingkah
laku. Bahkan dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 228 yang artinya;
‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut
cara yang sepatutnya’, Allah telah menetapkan hak bagi wanita
sebagaimana mestinya. Tidak sekedar kewajiban yang dibebankan, namun hak
wanita pun Allah sangat memperhatikan dengan menyesuaikan fitrah wanita
itu sendiri. Sehingga ketika para wanita menyadari fitrahnya, maka dia
akan paham bahwasanya rasa malu pun itu menjadi hak baginya. Setiap
wanita, terlebih seorang muslimah, berhak menyandang rasa malu sebagai
mahkota kemuliaannya. Sayangnya, hanya sedikit wanita yang menyadari
hal ini… Di zaman ini justeru banyak wanita yang memilih mendapatkan
mahkota ‘kehormatan’ dari ajang kontes-kontes yang mengekspos kecantikan
para wanita. Tidak hanya sebatas kecantikan wajah, tapi juga kecantikan
tubuh diobral demi sebuah mahkota ‘kehormatan’ yang terbuat dari emas
permata. Para wanita berlomba-lomba mengikuti audisi putri-putri
kecantikan, dari tingkat lokal sampai tingkat internasional. Hanya demi
sebuah mahkota dari emas permata dan gelar ‘Miss Universe’ atau
sejenisnya, mereka rela menelanjangi dirinya sekaligus menanggalkan rasa
malu sebagai sebaik-baik mahkota di dirinya. Naudzubillah min dzaliik…
Apakah mereka tidak menyadari, kelak di hari tuanya ketika kecantikan
fisik sudah memudar, atau bahkan ketika jasad telah menyatu dengan
tanah, apakah yang bisa dibanggakan dari kecantikan itu? Ketika telah
berada di alam kubur dan bertemu dengan malaikat yang akan bertanya
tentang amal ibadah kita selama di dunia dengan penuh rasa malu karena
telah menanggalkan mahkota kemuliaan yang hakiki semasa di dunia. Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ
لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ
بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ
رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ
الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ
مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang
belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor
sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi
telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang
miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium
baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.”
(HR. Muslim no. 2128) Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi
telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak
bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya
telanjang. (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/191) Dalam sebuah
kisah, ‘Aisyah radhiyyallahu ‘anha pernah didatangi wanita-wanita dari
Bani Tamim dengan pakaian tipis, kemudian beliau berkata, إن كنتن
مؤمنات فليس هذا بلباس المؤمنات وإن كنتن غير مؤمنات فتمتعينه “Jika
kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah
pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman,
maka silahkan nikmati pakaian itu.” (disebutkan dalam Ghoyatul Marom
(198). Syaikh Al Albani mengatakan, “Aku belum meneliti ulang sanadnya”)
Betapa pun Allah ketika menetapkan hijab yang sempurna bagi kaum
wanita, itu adalah sebuah penjagaan tersendiri dari Allah kepada
kita—kaum wanita—terhadap mahkota yang ada pada diri kita. Namun kenapa
ketika Allah sendiri telah memberikan perlindungan kepada kita, justeru
kita sendiri yang berlepas diri dari penjagaan itu sehingga mahkota
kemuliaan kita pun hilang di telan zaman? فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا
تُكَذِّبَانِ “Nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar
Rahman: 13) Wahai, muslimah… Peliharalah rasa malu itu pada diri kita,
sebagai sebaik-baik perhiasan kita sebagai wanita yang mulia dan
dimuliakan. Sungguh, rasa malu itu lebih berharga jika kau bandingkan
dengan mahkota yang terbuat dari emas permata, namun untuk mendapatkan
(mahkota emas permata itu), kau harus menelanjangi dirimu di depan
public. Wahai saudariku muslimah… Kembalilah ke jalan Rabb-mu dengan
sepenuh kemuliaan, dengan rasa malu dikarenakan keimananmu pada Rabb-mu…
Jogja, Jumadil Ula 1431 H Penulis: Ummu Hasan ‘Abdillah Muroja’ah:
Ust. Muhammad Abduh Tuasikal Referensi: Yaa Binti; Ali Ath-Thanthawi Al
Hijab; I’dad Darul Qasim ~~**~~ Salam uhibbukum fillah Sugiarti Faiza
Fadhilah ~~**~~
*::* Menjadi Muslimah Bahagia Sepanjang Masa *::* 3. Pendamping setia suaminya هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ
“Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi
mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu,
karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu”.
(Al-Baqoroh:187)
Seorang laki-laki lebih cenderung menggunakan akalnya di dalam mengatur urusan keluarga. Adapun seorang Wanita lebih cenderung menggunakan perasaannya di dalam mengatur semua permasalahannya, termasuk mengatur masalah urusan rumah tangga. Wanita yang mencintai suaminya dan yang subur keturunannya, maka itulah Wanita yang didambakan, karena rasa cinta, kasih sayang yang ada pada diri seorang Wanita dalam mengelola rumah tangga adalah salah satu bentuk rahmat yang nantinya akan dapat mengarahkan anak ke jenjang yang lebih baik. Dan adanya anak di suatu rumah itu tidak lain adalah benar-benar sebagai pengobatan hubungan yang mulia yang mengikat antara suami dan Wanita.
Sesungguhnya keberadaan seorang anak pada setiap tahapan dari beberapa tahapan yang dijalani suami Wanita adalah sebagai penguat unsur-unsur yang mengikat di antara keduanya (suami Wanita) dan sebagai pembaharu ikatan yang merajut antara mereka berdua.
Dan setiap kali bertambahnya rasa cinta dan penghormatan di antara mereka berdua, maka hubungan tersebut akan semakin bertambah (kuat) sehingga menjadi pasangan yang sejati.
Sehingga akhirnya sang Wanita menjadi pendamping setia bagi sang suami di dalam mengarungi bahtera kehidupannya yang panjang, dan dia menjadi tempat mencurahkan rahasia sang suami. Karena manusia secara tabiatnya mencari teman yang baik dan dekat untuk membuka semua rahasianya dengan berterus-terang.
Kelanggengan hubungan suami Wanita yang selalu diiringi rasa cinta, menuntut seorang Wanita untuk melakukan pekerjaan yang begitu banyak, baik yang berkaitan dengan materi maupun ma’nawi. Di antaranya yaitu:
1. Menertibkan dan mengatur rumahnya dengan suatu cara yang memuaskannya, tetapi wajib pula baginya untuk meminta pendapat/perhatian dari suaminya, dan jika suaminya menyetujui, maka itulah yang diharapkan.
2. Wajib bagi Wanita untuk berusaha sekuat tenaga untuk lebih proporsional di dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dan tidak mempersoalkan kekurangan-kekurangan yang ada pada suaminya. Wajib baginya untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan ini dengan cara tidak memberitahukan kepada suaminya. Maka seandainya seorang suami tidak memperhatikan dalam meletakkan pakaian pada tempat yang semestinya dan dia meletakkan pakaian-pakaian tersebut di atas kursi dan sofa, maka mau tidak mau sang Wanita dituntut untuk mengambil dan meletakkan pada tempatnya yang sekiranya tempat tersebut dapat menjaga keindahan/keserasiannya. Bila kebiasaan itu telah terjadi dan Wanita sedang dalam keadaan sakit, maka sang suami merasakan kesusahan, dia akan berusaha untuk menggantikan posisi sang Wanita dalam mengurus rumahnya, dia akan meletakkan pakaian pada tempat yang semestinya dan mulai dari sanalah dia akan melaksanankan kebiasaan yang baik tersebut.
3. Sang Wanita wajib merasa bahwa dia adalah suaminya dengan tujuan untuk saling melengkapi antara yang satu dengan yang lain, maka sang Wanita dituntut lebih mempersembahkan rasa cinta dan kasih sayang dan begitu pula sang suami harus berkorban dengan jiwa dengan penuh tanggung jawab, keperkasaan dan keberaniannya.
4. Jika keduanya sudah sampai pada perasaan yang sedemikian rupa, menyadari mereka sebagai dua jenis yang saling memahami dan saling melengkapi antara yang satu dengan yang lainnya, maka mereka berdua akan hidup bahagia sepanjang hayatnya.
5. Seorang Wanita wajib setia, tidak egois seperti halnya dia seharusnya tidak menuntut macam-macam kepada suami, seperti membebani suami dari berbagai segi, baik itu berupa materi maupun ma’nawi. Sebagai contoh jika suaminya seorang pegawai dan dia tahu gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, maka hendaklah ia tidak meminta beberapa permintaan berat yang dapat menyusahkannya, sehingga terkadang seorang suami mengadu kepada salah seorang temannya untuk meminjam uang agar dia tidak diketahui kekurangannya oleh sang Wanita.
6. Seorang Wanita wajib menghilangkan tabir penghalang yang ada pada mereka berdua, sekiranya keduanya menjadi sebuah lembaran kertas yang putih di hadapan yang lain, mengungkapkan perasaan kepadanya dalam menghadapi semua masalah yang ada, dan sesungguhnya jiwa keterbukaan yang ada pada mereka berdua itu dapat menenangkannya dan dapat membersihkan setiap keduanya di hadapan yang lain dengan penuh kebebasan dan penuh kemerdekaan.
Seorang laki-laki lebih cenderung menggunakan akalnya di dalam mengatur urusan keluarga. Adapun seorang Wanita lebih cenderung menggunakan perasaannya di dalam mengatur semua permasalahannya, termasuk mengatur masalah urusan rumah tangga. Wanita yang mencintai suaminya dan yang subur keturunannya, maka itulah Wanita yang didambakan, karena rasa cinta, kasih sayang yang ada pada diri seorang Wanita dalam mengelola rumah tangga adalah salah satu bentuk rahmat yang nantinya akan dapat mengarahkan anak ke jenjang yang lebih baik. Dan adanya anak di suatu rumah itu tidak lain adalah benar-benar sebagai pengobatan hubungan yang mulia yang mengikat antara suami dan Wanita.
Sesungguhnya keberadaan seorang anak pada setiap tahapan dari beberapa tahapan yang dijalani suami Wanita adalah sebagai penguat unsur-unsur yang mengikat di antara keduanya (suami Wanita) dan sebagai pembaharu ikatan yang merajut antara mereka berdua.
Dan setiap kali bertambahnya rasa cinta dan penghormatan di antara mereka berdua, maka hubungan tersebut akan semakin bertambah (kuat) sehingga menjadi pasangan yang sejati.
Sehingga akhirnya sang Wanita menjadi pendamping setia bagi sang suami di dalam mengarungi bahtera kehidupannya yang panjang, dan dia menjadi tempat mencurahkan rahasia sang suami. Karena manusia secara tabiatnya mencari teman yang baik dan dekat untuk membuka semua rahasianya dengan berterus-terang.
Kelanggengan hubungan suami Wanita yang selalu diiringi rasa cinta, menuntut seorang Wanita untuk melakukan pekerjaan yang begitu banyak, baik yang berkaitan dengan materi maupun ma’nawi. Di antaranya yaitu:
1. Menertibkan dan mengatur rumahnya dengan suatu cara yang memuaskannya, tetapi wajib pula baginya untuk meminta pendapat/perhatian dari suaminya, dan jika suaminya menyetujui, maka itulah yang diharapkan.
2. Wajib bagi Wanita untuk berusaha sekuat tenaga untuk lebih proporsional di dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dan tidak mempersoalkan kekurangan-kekurangan yang ada pada suaminya. Wajib baginya untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan ini dengan cara tidak memberitahukan kepada suaminya. Maka seandainya seorang suami tidak memperhatikan dalam meletakkan pakaian pada tempat yang semestinya dan dia meletakkan pakaian-pakaian tersebut di atas kursi dan sofa, maka mau tidak mau sang Wanita dituntut untuk mengambil dan meletakkan pada tempatnya yang sekiranya tempat tersebut dapat menjaga keindahan/keserasiannya. Bila kebiasaan itu telah terjadi dan Wanita sedang dalam keadaan sakit, maka sang suami merasakan kesusahan, dia akan berusaha untuk menggantikan posisi sang Wanita dalam mengurus rumahnya, dia akan meletakkan pakaian pada tempat yang semestinya dan mulai dari sanalah dia akan melaksanankan kebiasaan yang baik tersebut.
3. Sang Wanita wajib merasa bahwa dia adalah suaminya dengan tujuan untuk saling melengkapi antara yang satu dengan yang lain, maka sang Wanita dituntut lebih mempersembahkan rasa cinta dan kasih sayang dan begitu pula sang suami harus berkorban dengan jiwa dengan penuh tanggung jawab, keperkasaan dan keberaniannya.
4. Jika keduanya sudah sampai pada perasaan yang sedemikian rupa, menyadari mereka sebagai dua jenis yang saling memahami dan saling melengkapi antara yang satu dengan yang lainnya, maka mereka berdua akan hidup bahagia sepanjang hayatnya.
5. Seorang Wanita wajib setia, tidak egois seperti halnya dia seharusnya tidak menuntut macam-macam kepada suami, seperti membebani suami dari berbagai segi, baik itu berupa materi maupun ma’nawi. Sebagai contoh jika suaminya seorang pegawai dan dia tahu gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, maka hendaklah ia tidak meminta beberapa permintaan berat yang dapat menyusahkannya, sehingga terkadang seorang suami mengadu kepada salah seorang temannya untuk meminjam uang agar dia tidak diketahui kekurangannya oleh sang Wanita.
6. Seorang Wanita wajib menghilangkan tabir penghalang yang ada pada mereka berdua, sekiranya keduanya menjadi sebuah lembaran kertas yang putih di hadapan yang lain, mengungkapkan perasaan kepadanya dalam menghadapi semua masalah yang ada, dan sesungguhnya jiwa keterbukaan yang ada pada mereka berdua itu dapat menenangkannya dan dapat membersihkan setiap keduanya di hadapan yang lain dengan penuh kebebasan dan penuh kemerdekaan.
*::* Menjadi Muslimah Bahagia Sepanjang Masa *::*
RAMBUT
sehat, indah, berkilau, tentu sudah menjadi dambaan tiap wanita. Bukan
hanya wanita yang tak berjilbab saja, wanita berjilbab pun sangat
menginginkannya.
Banyak orang mengatakan rambut adalah mahkota wanita, tidak sedikit wanita rela merogoh koceknya untuk melakukan perawatan di salon demi mendapatkan rambut yang sesuai keinginan. Bahkan atas nama kecantikan, wanita rela melepas hijabnya dan merubah dandanan rambut agar terlihat funky.
Sebagai muslimah, kita tidaklah dapat disamakan dengan wanita yang tidak menutupi rambutnya dengan hijab. Muslimah tidak butuh pujian kecantikan dari orang lain, tidak rela aurat yang menjadi kebanggaannya itu dilihat oleh sembarang orang secara serampangan. Ibarat mutiara, izzah itu mahal dan hanya orang yang berhak saja yang boleh melihatnya. Hanya butuh ridha Allah dan mendamba surga tujuan para muslimah.
Ada mitos-mitos yang berkembang di masyarakat tentang seputar akibat buruk kerusakan rambut karena jilbab, antara lain;
1. rambut jadi kusam
2. rambut jadi lepek
3. rambut jadi rapuh dan mudah patah juga rontok akibat sering diikat
4. rambut jadi bercabang karena terlalu lama tertutupi kerudung
…Ada mitos yang berkembang di masyarakat tentang seputar akibat buruk kerusakan rambut karena jilbab, antara lain: rambut jadi kusam, lepek, rapuh, mudah patah dan rontok…
Sebenarnya, rambut tanpa kerudung pun akan bisa mengalami kerusakan seperti yang disebutkan di atas jika tidak pernah dilakukan perawatan yang benar. Ada cara sederhana agar rambut anda tetap sehat dan berkilau bagi wanita berkerudung, beberapa yang harus diperhatikan adalah:
1. Cuci rambut anda tiap selesai beraktivitas yang mengeluarkan keringat, tiap hari dengan menggunakan shampoo yang sesuai dengan jenis rambut anda.
2. Lakukan perawatan sederhana di rumah dengan menggunakan minyak cem-ceman seminggu 2 atau tiga kali yang dijual di pasaran bebas, atau gunakan VCO (virgin coconut Oil) yang anda buat sendiri untuk hasil lebih baik. VCO mempunyai banyak manfaat yang antara lain mampu mempertahankan kehitaman rambut dan mencegah penuaan dini. Minyak cem-ceman dioleskan pada kulit kepala dan rambut satu jam sebelum keramas, pijat secara pelan dan lembut beberapa menit. Biarkan minimal satu jam lalu cuci rambut hingga bersih.
3. Gunakan kondisioner untuk melembutkan rambut setelah keramas.
4. Lakukan cream bath sendiri di rumah sedikitnya satu minggu satu kali, setelah dipijat dengan menggunakan
Obat cream bath, bungkus rambut dengan handuk yang dicelupkan ke air panas selama 10 sampai 15 menit.
Selain itu, ada beberapa hal yang perhatikan hal-hal berikut ini:
1. Gunakan hair tonic jika rambut anda mengalami kerontokan yang akut.
2. Hindari penggunaan pengering rambut
3. Hindari menggunakan kerudung yang berlapis-lapis
4. Hindari berkerudung saat rambut masih basah
…Anda bisa melakukan perawatan sederhana di atas di rumah, tanpa perlu membuang banyak uang di salon…
Anda bisa melakukan perawatan sederhana di atas di rumah, tanpa perlu membuang banyak uang di salon, dapatkan hasil rambut anda yang sehat, indah bercahaya, tanpa harus terpengaruh opini orang-orang yang ingin mengajak anda ke neraka dengan cara menanggalkan jilbab.
Banyak orang mengatakan rambut adalah mahkota wanita, tidak sedikit wanita rela merogoh koceknya untuk melakukan perawatan di salon demi mendapatkan rambut yang sesuai keinginan. Bahkan atas nama kecantikan, wanita rela melepas hijabnya dan merubah dandanan rambut agar terlihat funky.
Sebagai muslimah, kita tidaklah dapat disamakan dengan wanita yang tidak menutupi rambutnya dengan hijab. Muslimah tidak butuh pujian kecantikan dari orang lain, tidak rela aurat yang menjadi kebanggaannya itu dilihat oleh sembarang orang secara serampangan. Ibarat mutiara, izzah itu mahal dan hanya orang yang berhak saja yang boleh melihatnya. Hanya butuh ridha Allah dan mendamba surga tujuan para muslimah.
Ada mitos-mitos yang berkembang di masyarakat tentang seputar akibat buruk kerusakan rambut karena jilbab, antara lain;
1. rambut jadi kusam
2. rambut jadi lepek
3. rambut jadi rapuh dan mudah patah juga rontok akibat sering diikat
4. rambut jadi bercabang karena terlalu lama tertutupi kerudung
…Ada mitos yang berkembang di masyarakat tentang seputar akibat buruk kerusakan rambut karena jilbab, antara lain: rambut jadi kusam, lepek, rapuh, mudah patah dan rontok…
Sebenarnya, rambut tanpa kerudung pun akan bisa mengalami kerusakan seperti yang disebutkan di atas jika tidak pernah dilakukan perawatan yang benar. Ada cara sederhana agar rambut anda tetap sehat dan berkilau bagi wanita berkerudung, beberapa yang harus diperhatikan adalah:
1. Cuci rambut anda tiap selesai beraktivitas yang mengeluarkan keringat, tiap hari dengan menggunakan shampoo yang sesuai dengan jenis rambut anda.
2. Lakukan perawatan sederhana di rumah dengan menggunakan minyak cem-ceman seminggu 2 atau tiga kali yang dijual di pasaran bebas, atau gunakan VCO (virgin coconut Oil) yang anda buat sendiri untuk hasil lebih baik. VCO mempunyai banyak manfaat yang antara lain mampu mempertahankan kehitaman rambut dan mencegah penuaan dini. Minyak cem-ceman dioleskan pada kulit kepala dan rambut satu jam sebelum keramas, pijat secara pelan dan lembut beberapa menit. Biarkan minimal satu jam lalu cuci rambut hingga bersih.
3. Gunakan kondisioner untuk melembutkan rambut setelah keramas.
4. Lakukan cream bath sendiri di rumah sedikitnya satu minggu satu kali, setelah dipijat dengan menggunakan
Obat cream bath, bungkus rambut dengan handuk yang dicelupkan ke air panas selama 10 sampai 15 menit.
Selain itu, ada beberapa hal yang perhatikan hal-hal berikut ini:
1. Gunakan hair tonic jika rambut anda mengalami kerontokan yang akut.
2. Hindari penggunaan pengering rambut
3. Hindari menggunakan kerudung yang berlapis-lapis
4. Hindari berkerudung saat rambut masih basah
…Anda bisa melakukan perawatan sederhana di atas di rumah, tanpa perlu membuang banyak uang di salon…
Anda bisa melakukan perawatan sederhana di atas di rumah, tanpa perlu membuang banyak uang di salon, dapatkan hasil rambut anda yang sehat, indah bercahaya, tanpa harus terpengaruh opini orang-orang yang ingin mengajak anda ke neraka dengan cara menanggalkan jilbab.
Tips Merawat dan Mempercantik Rambut Bagi Muslimah Jilbaber
RAMBUT sehat, indah, berkilau, tentu sudah menjadi dambaan tiap wanita.
Bukan hanya wanita yang tak berjilbab saja, wanita berjilbab pun sangat
menginginkannya. Banyak orang mengatakan rambut adalah mahkota wanita,
tidak sedikit wanita rela merogoh koceknya untuk melakukan perawatan di
salon demi mendapatkan rambut yang sesuai keinginan. Bahkan atas nama
kecantikan, wanita rela melepas hijabnya d...an
merubah dandanan rambut agar terlihat funky. Sebagai muslimah, kita
tidaklah dapat disamakan dengan wanita yang tidak menutupi rambutnya
dengan hijab. Muslimah tidak butuh pujian kecantikan dari orang lain,
tidak rela aurat yang menjadi kebanggaannya itu dilihat oleh sembarang
orang secara serampangan. Ibarat mutiara, izzah itu mahal dan hanya
orang yang berhak saja yang boleh melihatnya. Hanya butuh ridha Allah
dan mendamba surga tujuan para muslimah. Ada mitos-mitos yang
berkembang di masyarakat tentang seputar akibat buruk kerusakan rambut
karena jilbab, antara lain; 1. rambut jadi kusam 2. rambut jadi lepek
3. rambut jadi rapuh dan mudah patah juga rontok akibat sering diikat
4. rambut jadi bercabang karena terlalu lama tertutupi kerudung …Ada
mitos yang berkembang di masyarakat tentang seputar akibat buruk
kerusakan rambut karena jilbab, antara lain: rambut jadi kusam, lepek,
rapuh, mudah patah dan rontok… Sebenarnya, rambut tanpa kerudung pun
akan bisa mengalami kerusakan seperti yang disebutkan di atas jika tidak
pernah dilakukan perawatan yang benar. Ada cara sederhana agar rambut
anda tetap sehat dan berkilau bagi wanita berkerudung, beberapa yang
harus diperhatikan adalah: 1. Cuci rambut anda tiap selesai
beraktivitas yang mengeluarkan keringat, tiap hari dengan menggunakan
shampoo yang sesuai dengan jenis rambut anda. 2. Lakukan perawatan
sederhana di rumah dengan menggunakan minyak cem-ceman seminggu 2 atau
tiga kali yang dijual di pasaran bebas, atau gunakan VCO (virgin coconut
Oil) yang anda buat sendiri untuk hasil lebih baik. VCO mempunyai
banyak manfaat yang antara lain mampu mempertahankan kehitaman rambut
dan mencegah penuaan dini. Minyak cem-ceman dioleskan pada kulit kepala
dan rambut satu jam sebelum keramas, pijat secara pelan dan lembut
beberapa menit. Biarkan minimal satu jam lalu cuci rambut hingga bersih.
3. Gunakan kondisioner untuk melembutkan rambut setelah keramas. 4.
Lakukan cream bath sendiri di rumah sedikitnya satu minggu satu kali,
setelah dipijat dengan menggunakan Obat cream bath, bungkus rambut
dengan handuk yang dicelupkan ke air panas selama 10 sampai 15 menit.
Selain itu, ada beberapa hal yang perhatikan hal-hal berikut ini: 1.
Gunakan hair tonic jika rambut anda mengalami kerontokan yang akut. 2.
Hindari penggunaan pengering rambut 3. Hindari menggunakan kerudung
yang berlapis-lapis 4. Hindari berkerudung saat rambut masih basah
…Anda bisa melakukan perawatan sederhana di atas di rumah, tanpa perlu
membuang banyak uang di salon… Anda bisa melakukan perawatan sederhana
di atas di rumah, tanpa perlu membuang banyak uang di salon, dapatkan
hasil rambut anda yang sehat, indah bercahaya, tanpa harus terpengaruh
opini orang-orang yang ingin mengajak anda ke neraka dengan cara
menanggalkan jilbab.
~*:. Dari Dapur,Wanita Menuju Syurga .:*~
Salah satu pesan orang tua kepada para anak perempuannya adalah " Cinta
suami berawal dari perut". Ketelatenan seorang wanita dalam memberikan
hidangan yang memanjakan lidah bagi suaminya, ternyata memang tidak
hanya berhasil memikat kasih sayang dan perhatiannya, namun juga
terbukti berhasil menghidangkan kebahagiaan bagi rumah tangga mereka.
Betapa tidak, suami mana yang tidak akan damai melihat...
sang istri begitu serius merawat dan melayaninya, serta perduli pada
hal terinci termasuk pada jam makannya. Bagi suami yang sangat pintar
menghargai, hal ini membuat kekurangan wanita yang menjadi istrinya
seolah termaklumi oleh perbuatannya merawat dan menjaga cita rasa lidah
sang suami.Dan tentunya bagi si istri, kebahagiaan sudah pasti dituainya
karena kesenangan dan ridho suami memanglah menjadi tujuan akhir dari
perjuangan wanita muslimah. Maka, betapa disayangkan jika masih ada
beberapa orang yang berpikir bahwa dapur bukanlah tempat wanita modern
dalam `berkarir`. Bahkan sebagian dari mereka dengan ikhlasnya berbagi
pahala dengan para pembantu bahkan menyerahkan semuanya kepada pembantu.
Beribu alasan kesibukan dan ketidakmampuan diberikannya, termasuk
alasan bahwa jaman sekarang pekerjaan rumah hanya menghambat
perkembangan kreatifitas wanita. Hanya orang- orang yang belum
mengerti kedamaian sebuah melayani, yang akan berpikiran bahwa pekerjaan
dapur hanya merendahkan wanita. Begitulah pendapat kebanyakan mereka,
biasanya didapur, masa depan wanita...tamat. Namun hal ini berbeda
dengan pikiran para wanita yang menjunjung tinggi sebuah keikhlasan.
Melayani bukan berarti memasrahkan diri menjadi pelayan. Melayani
berarti meninggkatkan derajat diri, dari yang semula hanya berpikir
tentang diri sendiri, dengan usaha yang keras dia tanggalkan ego untuk
membahagiakan orang lain. MasyaAllah, ini bukanlah hal yang mudah untuk
dilakukan, tapi juga tidak mustahil dijalankan. Wanita ajaib seperti apa
yang dapat berbuat seperti ini, kecuali akan menjadi berkah bagi
pasangannya. Betapapun pekerjaan rumah begitu beratnya, betapapun banyak
kesibukan diluar yang menyita waktu mereka, namun seorang wanita
sholehah akan tetap memfokuskan bahwa keluarga adalah nomor satu, dan
karena memang itulah tanggung jawab sesungguhnya,baginya, dari Allah
sang maha penguasa. Pikirannya akan dengan sadar menggiringnya untuk
selalu menyempatkan waktu menyiapkan apa yang dia bisa hidangkan untuk
suami tercinta. Selanjutnya, pahala baginyapun akan mengalir dengan
deras dan tiket untuk masuk ke dalam surga Allah insyaallah akan
digenggaman. Memang masih banyak cara untuk membahagiakan suami kita
selain dengan memasakkan makanan kesenangan beliaunya. Namun, adakah
cara yang lebih indah untuk memenuhi selera makan mereka selain dengan
memenuhinya dengan tangan kita sendiri. Pastilah sebuah kebanggaan bagi
kita dapat merawat suami sebagai bagian dari amanah kita yang kita
lakukan dengan tangan kita sendiri, dan menjadikan kita pribadi yang
dapat dipercaya dalam menjaga amanah. Maka jangan pernah menyepelekan
titipan Allah, dan jangan menunggu sampai titipan itu diambil Allah
barulah kita menyadari kekeliruan kita. Maka sebaiknya kita mulai
menumbuhkan rasa malu, saat mengetahui bahwa sang suami cenderung
menyukai penganan di luar dan atau buatan orang lain. Manfaatkan waktu
sebaik mungkin belajar, karena sungguh Allah menyediakan surga bagi
hambanya yang bersungguh- sungguh dalam belajar. Siapapun anda,
apapun kedudukan dan pekerjaan serta kesibukan saat ini, jangan pernah
menganggap remeh hasil karya yang terolah dengan tangan kasih sayang
anda dari sebuah ruangan kecil yang bernama dapur. kebahagiaan suami,
perhatian dan kasih sayangnya dapat anda ikat dari sana. so, mengapa
tidak buru- buru memulainya sekarang?. Selamat berburu pahala...
Langganan:
Postingan (Atom)















